Senin, 13 November 2017

PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN


BAB I

PENDAHULUAN





1.1  Latar Belakang

Di era sekarang kemajuan iptek begitu pesat dan banyak dampak positif dan negatif dalam kehidupan sosial . dampaknya mulai dari jumlah penduduk ,kehidupan bermasyarakat dan culture budaya . dari tahun ke tahun tingkat produktifitas penduduk semakin tinggi dan berdampak kepada rasio penduduk.dan dampak terburuknya yaitu perpindahan gaya hidup atau budaya menjadi kebarat-baratan atau ketimur-ketimuran yang menyebabnya punahnya budaya nenek moyang yang sudah di lakukan selama ratusan tahun lalu dan anak cucu kita tidak bisa mengenal budaya tersebut karena sudah punah .

2.1    Pertumbuhan  Penduduk

jumlah penduduk pada suatu negara merupakan suatu masalah yang cukup penting . pasalnya jumlah penduduk dapat mempengaruhi alur perekonomian , pangan dan sandang serta kualitas hidup dalam suatu lingkungan . semakin banyak penduduk maka semakin banyak permintaan kebutuhan pokok , lapangan pekerjaan , tempat tinggal , dan sebagainya . apabila semua kebutuhan tidak terpenuhi maka akan meningkatnya pengangguran yang mengakibatkan kriminalitas tinggi di lingkungan tersebut serta kurangnya pendidikan . 



a.      Tabel dari jumlah perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 – 2006



Tahun
Jumlah Penduduk
Perkembangan Pertahun
1830
1 Milyard
-
1930
2 Milyard
1 %
1960
3 Milyard
1,7 %
1975
4 Milyard
2,2 %
1987
5 Milyard
2 %
1996
6 Milyard
2 %
2006
7 Milyard
2 %





Jika dilihat dari tabel diatas pertumbuhan penduduknya sangatlah cepat . Dan penggadaan Penduduk ( Double Population ) jangka waktunya makin singkat. Betambah cepatnya penggandaan pertumbuhan penduduk diatas dapat dilihat pada tabel berikut :

b.      Penggandaan Penduduk Dunia



Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
-
Tahun 1650
500 juta
1500
Tahun 1830
1 Milyard
180
Tahun 1930
2 Milyard
100
Tahun 1975
4 Milyard
45



Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan sekitar 35 tahunan lagi.

3.1 Faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk .

            Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk , yaitu :

1.      Kematian (Mortalitas),                            3.   Migrasi.

2.      Kelahiran (Fertilitas),



Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/ rate. Rate adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

1.        Kematian

Ada 2 tingkat kematian yaitu :

a.        Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)

Adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut, dinyatakan tiap 1000 orang. Sehingga dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut :







D = Jumlah Kematian

            Jumlah Kematian

CDR =                                                                        X 1.000          

 Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun

Atau :                D

            CDR =             K

                          P

Ket :

CDR = Crude death rate / angka kematian kasar

D       = Jumlah kematian pada tahun tersebut

P        = jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut

K        = bilangan konstan 1000





Jadi jumlah penduduk yang mewakili jumlah suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan juni . Sedangkan rumus untuk mencari jumlah penduduk pertengahan tahun ini adalah sebagai berikut :

Ø  Pm = ½ ( P1 + p2 )

Ø  Pm = P1 + ( P2 – P1 )

         2

Ø  Pm = P2 – ( P2 – P1 )

          2



Ket :    Pm      = Jumlah penduduk pertengahan tahun.

            P1        = Jumlah penduduk pada awal tahun.

            P2        = Jumlah penduduk pada akhir tahun.



Contoh :

Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :

½ (550 + 650) = 600 orang

Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :

CDR = 12/600 . 1.000 = 20

Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.

            Pada Negara yang sudah maju (Developed Countries) angka kematian tingkat kasar lebih rendah dari pada negara-negara berkembang. Berikut contoh CDR di beberapa negara :

CDR Beberapa Negara Tahun 1981

Photo link : http://prntscr.com/ha5gpi




Sumber : Population Reference Bereau 1981



b.        Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Tingkat kematian itu dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpamanya seorang laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki berumur 25 tahun. Atau seorang laki-laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinannya untuk mati daripada istri mereka yang ada di rumah.

Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Karena angka ini menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah. Dengan rumus sebagai berikut :



                 Di

ASDRi  =         K

     Pmi

 Di  = Kematian penduduk kelompok umur i

Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i

  = Konstanta ( = 1.000)



2.        Fertilitas (Kelahiran Hidup)

Tingkat kelahiran dari suatu populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Syaratnya adalah :

1.      Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran > 30 per tahun.

2.      Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran 20-30 per tahun.

3.      Angka  kelahiran dikatakan rendah jika angka kelahiran < 20 per tahun.

Ada dua istilah asing yang kedua-duanya  diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :

a.       Facundity (kesuburan), Lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.

b.      Fertility (fertilitas), Jumlah kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.Tingkat Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut. Berikut rumusnya :

B

CBR =                 K

Rm



B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu

Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

K = Konstanta (1/000)



Selain yang di atas ada juga Angka Kelahiran Umum dan Tingkat Kelahiran Khusus, yaitu :

Ø  Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate/GFR), adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per 1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif/subur antara umur (15-49 tahun).

B

BGFR =                                    x K

Fm (15-49 tahun)



  = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu

Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.

K    = Konstanta (= 1.000)

            Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985, sehingga rumusnya sebagai berikut :

GFR = 2985 / 23530 x 1000 = 127

Ini adalah GFR untuk beberapa negara luar, diantaranya :

Thailand          234,8

Brunai             234,4

Swedia            61,2

Jepang             62,2



Ø  Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)

ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun. Dan jika dituliskan dalam bentuk rumus adalah sebagai berikut :

                 Bi

ASRFi =               x K

Fmi



Bi       = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.

Fmi   = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.

K     = Konstanta (=1.000).













4.1 MIGRASI



Migrasi merupakan hal yang umum yang dilakukan  dalam kehidupan  . migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan mencari suasana , lingkungan serta pengalaman yang baru dalam bersosialisasi . Faktor-faktor bagi seorang migran dalam melakukan keputusannya untuk pindah kedaerah lain adalah sebagai berikut :

-          Persediaan Sumber daya alam                 -   lokasi yang strategis dalam perekonomian

-          Lingkungan sosial budaya                       -   adat dan istiadat

Dengan mengetahui faktor diatas setidaknya akan mengurangi migran tersebut dari dampak negatifnya. Selain itu kita juga mesti memikirkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi selama proses migrasi.

Macam – macam migrasi adalah sebagai berikut :

Pertama , Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :

1.         Imigrasi => Masuknya penduduk ke suatu negara

2.         Emigrasi => Keluarnya penduduk ke negara lain

3.         Remigrasi => Kembalinya penduduk ke negara

Kedua , Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :

1.         Urbanisasi => Dari Desa ke Kota

2.         Transmigrasi => Dari Pulau ke Pulau

3.         Ruralisasi => Dari Kota ke Desa

4.         Evakuasi => Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman



Ketika kita berpindah ke suatu tempat yang baru pasti aka nada hal yang mungkin berdampak positif namun dapat berdampak positif , berikut adalah dampak positif dan negatinya ,yaitu :

Dampak positif dari migrasi antara lain adalah:

- Meratakan persebaran penduduk, yaitu penduduk yang padat dari suatu wilayah menyebabkan banyaknya

   masalah yang timbul,untuk menghindarinya masyarakat mengadakan suatu proggram yaitu migrasi

- Meningkatkan kesejahteraan ekonomi penduduk, yaitu penduduk yang tinggal di suatu wilayah hidupnya

   kurang sejahtera, maka dari itu pemerintah mengadakan program migrasi bentuk peduli pemerintah

   terhadap rakyat

- Mengurangi jumlah pengangguran, yaitu tempat yang padat wilayahnya memungkinkan penduduk sulit

  dalam menemukan pekerjaan. Yang tarjadi adalah penduduk banyak yang mengalami pengangguran,

  Migrasi ini bertujuan agar agar penganggguran berkurang.

- Mengurangi kepadatan penduduk di suatu wilayah, yaitu penduduk yang padat akan banyak menimbulkan

  menimbulkan bebagai masalah dan lagi pula tempat yang kosong bisa dimanfaatkan untuk mencari nafkah.

  maka dari itu program migrai sangat cocok untuk mengahadapi masalah tersebut.



Dampak negatif dari migrasi antara lain adalah:

- Berkurangnya tenaga kerja produktif di daerah yang di tinggalkan (desa)

- Berkurangnya jumlah golongan berpendidikan di desa

- Terbentuknya daerah - daerah kumuh di kota

- Berkurangnya tenaga penggarap lahan pertanian di desa

- Terjadi konflik antara penduduk asli dan penduduk pindahan

- Terjadi sengketa tanah dari kedua pihak

- Bisa saja tercampur budaya penduduk asli dengan penduduk pindahan

- Budaya penduduk pindahan menjadi hilang karena menganut budaya penduduk asli





Ini Adalah Bentuk Model Kaitan Mekanisme Migrasi dari Lee.

Photo link : http://prntscr.com/ha5gv1


Ket :    + = Attracting (Menarik)                     - = Repulsing

                        0 = Nentarl                                            = Hambatan antara

Foto link : http://prntscr.com/ha5h2w






2.3       3 jenis struktur penduduk

Ada 3 jenis struktur penduduk, yaitu :

1.        Piramida Penduduk Muda, menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang, dan jumlah angka kelahiran lebih besar dibanding angka kematian. Bentuk ini biasanya dijumpai pada negara berkembang seperti Indonesia, India, dll.



Contoh Piramida Penduduk Muda

Foto link : http://prntscr.com/ha5h7n














2.      Piramida Penduduk Tua, menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali.

Contoh Piramida Penduduk Tua

Foto link : http://prntscr.com/ha5hc2






3.        Piramida Stationer, menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Biasa di jumpai di negara – negara maju seperti Amerika, Swedia, dll.



















Contoh Piramida Stasioner

Foto link : http://prntscr.com/ha5hfx


2.5              Rasio ketergantungan

Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

            Photo link  : http://prntscr.com/ha5hjr


Misalnya rasio ketergantungan adalah sebesar 54,7persen, artinya setiap 100orang yang berusia kerja(dianggapproduktif)mempunyai tanggungan sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi



3.1  Kebudayaan Dan Kepribadian



A.       Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia

Disini ada 2 macam zaman batu di Indonesia, yaitu :

1.        Zaman Batu Tua (Palaeolithikum), Ciri- ciri alat-alat batu pada zaman batu tua, yaitu bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam. Kapak genggam tersebut berasal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab (India),  kapak genggam jenis ini tidak kita temukan/ ada di daerah Asia Tenggara.

Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.



2.        Zaman Batu Muda (Neolithikum), Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/ melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.

Ciri- ciri orang- orang pada zaman batu muda adalah :

·         Sudah mulai menetap disutu tempat dan sudah bisa membuat rumah.

·         Sudah mulai membentuk kelompok masyarakat (desa).

·         Sudah pandai berternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup.



Pada masa ini Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.



3.2  Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam

1.        Kebudayaan Hindu, Budha

Berbicara mengenai kebudayaan hindu budha, maka kita tiak terlepass dari peradaban sungai Indus, India. Wilayah ini sudah sejak dulu sudah menjadi tempat lahirnya peradaban. Sekitar 2000 tahu SM, diwilayah India mulai berkembang budaya dan agama Hindu. Beberapa waktu kemuadian di india juga hadir budaya dan agama Budha. Kebudayaan masyarakat India terus mengalami perkembangan dan kemajuan, terutama dalam bidang kesenian, seperti seni pahat dan seni patung. Kul-kuil yang indah dan megah dibangun dikota-kota penting di India. Kesusastraan mengalami masa-masa yang cukup gemilang, baik dalam kesusastraan Hindu maupun Budha.  Diantaranya menghasilkan beberapa  kitab yang memiliki nilai satra tinggi yang terkenal, seperti kitab Mahabarata dan Ramayana. Dari Indian inilah kemudian kebudayaan hindu Budha menyebar ke berbagai tempet.

2.        Kebudayaan Islam

Pada Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 karena pada abad ini sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karenakan masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa melainkan dengan cara baik-baik.

Pada Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang-pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan PesisIr Kalimantan.



4.1 Kebudayaan Barat

Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku. Di Maluku berkembang dua lapisan sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.

Dalam lapisan sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utam untuk mencapai kenaikan kelas sosial.

Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia. Bahwasannya kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu akan diarahkan, dan untuk Indonesia kebudayaan itu akan diarahkan menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.











BAB III

PENUTUP





5.1  Tujuan Penulisan

Penulisan makalah tentang penduduk , kebudayaan , dan masyarakat bertujuan untuk membuat tugas soft skill ilmu sosial dasar  serta memberi wawasan tentang penduduk , kebudayaan dan masyarakat bagi para pembaca



5.2  Gaya Penulisan

Disini saya menggunakan font time new roman ukuran 12 , judul menggunakan huruf serta menggunakan mode deskriptif



5.3  Kesimpulan

Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat maju dibandingkan tahun sebelumnya , jangan pernah melupakan budaya karena merupakan kebiasaan yang telah di lakukan oleh nenek moyang kita serta sebagai simbol dari kehidupan masyarakat jaman dahulu . dampaknya berimbas kepada generasi muda sekarang ini seperti pergaulan bebas yang sangat berbahaya . kita sebagai pemuda harus selalu memegang teguh budaya kita dan mengajarkan kepada generasi muda untuk tidak melupakan budaya daerah .









































DAFTAR PUSTAKA








http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/10/04/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan


Iskandar , Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia

Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.





https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=0hLmWf%2bi&id=1309A6DD06A646A17206828A9F1F9D9A00C94D79&thid=OIP.0hLmWf-iAJACzc5rExf8zAEsDh&q=cdr+population+reference+bureau+1981&simid=608036262805638182&selectedIndex=1&qpvt=cdr+population+reference+bureau+1981&ajaxhist=0
www..printscreen.com