BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era sekarang
kemajuan iptek begitu pesat dan banyak dampak positif dan negatif dalam
kehidupan sosial . dampaknya mulai dari jumlah penduduk ,kehidupan
bermasyarakat dan culture budaya . dari tahun ke tahun tingkat produktifitas
penduduk semakin tinggi dan berdampak kepada rasio penduduk.dan dampak
terburuknya yaitu perpindahan gaya hidup atau budaya menjadi kebarat-baratan
atau ketimur-ketimuran yang menyebabnya punahnya budaya nenek moyang yang sudah di lakukan selama
ratusan tahun lalu dan anak cucu kita tidak bisa mengenal budaya tersebut
karena sudah punah .
2.1
Pertumbuhan Penduduk
jumlah penduduk
pada suatu negara merupakan suatu masalah yang cukup penting . pasalnya jumlah
penduduk dapat mempengaruhi alur perekonomian , pangan dan sandang serta kualitas
hidup dalam suatu lingkungan . semakin banyak penduduk maka semakin banyak
permintaan kebutuhan pokok , lapangan pekerjaan , tempat tinggal , dan
sebagainya . apabila semua kebutuhan tidak terpenuhi maka akan meningkatnya
pengangguran yang mengakibatkan kriminalitas tinggi di lingkungan tersebut
serta kurangnya pendidikan .
a.
Tabel
dari jumlah perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 – 2006
|
Tahun
|
Jumlah
Penduduk
|
Perkembangan
Pertahun
|
|
1830
|
1 Milyard
|
-
|
|
1930
|
2 Milyard
|
1 %
|
|
1960
|
3 Milyard
|
1,7 %
|
|
1975
|
4 Milyard
|
2,2 %
|
|
1987
|
5 Milyard
|
2 %
|
|
1996
|
6 Milyard
|
2 %
|
|
2006
|
7 Milyard
|
2 %
|
Jika dilihat dari
tabel diatas pertumbuhan penduduknya sangatlah cepat . Dan penggadaan Penduduk ( Double Population ) jangka waktunya
makin singkat. Betambah cepatnya penggandaan pertumbuhan penduduk diatas dapat
dilihat pada tabel berikut :
b.
Penggandaan
Penduduk Dunia
|
Tahun
Penggandaan
|
Perkiraan
Penduduk Dunia
|
Waktu
|
|
800 SM
|
5 juta
|
-
|
|
Tahun 1650
|
500 juta
|
1500
|
|
Tahun 1830
|
1 Milyard
|
180
|
|
Tahun 1930
|
2 Milyard
|
100
|
|
Tahun 1975
|
4 Milyard
|
45
|
Waktu penggandaan penduduk dunia
selanjutnya diperkirakan sekitar 35 tahunan lagi.
3.1 Faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk .
Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk , yaitu :
1. Kematian
(Mortalitas), 3.
Migrasi.
2. Kelahiran
(Fertilitas),
Di dalam
pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/ rate. Rate
adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan.
Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.
1.
Kematian
Ada 2 tingkat kematian yaitu :
a.
Tingkat
Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Adalah banyaknya
orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah jumlah penduduk pertengahan
tahun tersebut, dinyatakan tiap 1000 orang. Sehingga dapat ditulis dengan rumus
sebagai berikut :
D
= Jumlah Kematian
Jumlah
Kematian
Jumlah Penduduk Pertengahan Tahun
Atau : D
P
Ket :
CDR =
Crude death rate / angka kematian kasar
D = Jumlah kematian pada tahun tersebut
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut
K = bilangan konstan 1000
Jadi jumlah
penduduk yang mewakili jumlah suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada
bulan juni . Sedangkan rumus untuk mencari jumlah penduduk pertengahan tahun
ini adalah sebagai berikut :
Ø Pm = ½ ( P1 + p2 )
Ø
Pm = P1 + ( P2 – P1 )
2
Ø
Pm = P2 – ( P2 – P1 )
2
Ket
: Pm =
Jumlah penduduk pertengahan tahun.
P1 =
Jumlah penduduk pada awal tahun.
P2 =
Jumlah penduduk pada akhir tahun.
Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai
penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650
orang, maka jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
½ (550 + 650) = 600 orang
Apabila pada tahun 1981 di daerah x ada 12 orang yang
meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 . 1.000 = 20
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk
terdapat kematian /jumlah yang meninggal 20 orang.
Pada
Negara yang sudah maju (Developed
Countries) angka kematian tingkat kasar lebih rendah dari pada
negara-negara berkembang. Berikut contoh CDR di beberapa negara :
CDR
Beberapa Negara Tahun 1981
Photo link : http://prntscr.com/ha5gpi

Sumber
: Population Reference Bereau 1981
b.
Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian itu dipengaruhi
oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpamanya
seorang laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati
daripada laki-laki berumur 25 tahun. Atau seorang laki-laki yang berada di
medan perang lebih besar kemungkinannya untuk mati daripada istri mereka yang
ada di rumah.
Karena perbedaan resiko kematian
tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Spesific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil
yang lebih teliti. Karena angka ini menunjukkan banyaknya orang yang meninggal
tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam setahun.
Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut,
sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Dengan rumus sebagai berikut :
Di
Pmi
Di =
Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i
K =
Konstanta ( = 1.000)
2.
Fertilitas (Kelahiran Hidup)
Tingkat kelahiran dari suatu
populasi adalah jumlah kelahiran per 1.000 orang tiap tahun. Syaratnya adalah :
1.
Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka kelahiran
> 30 per tahun.
2.
Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka kelahiran
20-30 per tahun.
3.
Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka
kelahiran < 20 per tahun.
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya
diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :
a.
Facundity (kesuburan), Lebih
diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.
Fertility (fertilitas), Jumlah
kelahiran hidup seorang wanita atau sekelompok wanita. Lahir hidup adalah
kelahiran dengan tanda-tanda kehidupan, misalnya : bernafas, bergerak,
berteriak/menangis, ada denyutan jantung, dan sebagainya.Tingkat Kelahiran
Kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah
pada tahun tertentu tiap 1.000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Berikut rumusnya :
B
Rm
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu
tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1/000)
Selain yang di atas ada juga Angka Kelahiran Umum dan
Tingkat Kelahiran Khusus, yaitu :
Ø Angka Kelahiran Umum (General Fertility
Rate/GFR), adalah angka yang menunjukan jumlah kelahiran per
1.000 wanita usia produktif. Untuk menghitung angka kelhiran ini diperlukan
jumlah penduduk wanita usia produktif/subur antara umur (15-49 tahun).
B
Fm (15-49 tahun)
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada
suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun.
K = Konstanta (= 1.000)
Di Indonesia jumlah wanita dalam
usia subur (15-49 tahun) sekitar 23.530 dan jumlah kelahiran sekitar 2985,
sehingga rumusnya sebagai berikut :
GFR = 2985 / 23530 x 1000 = 127
Ini adalah
GFR untuk beberapa negara luar, diantaranya :
Thailand 234,8
Brunai 234,4
Swedia 61,2
Jepang 62,2
Ø
Tingkat Kelahiran Khusus (Age Specific Fertility Rate/ASRF)
ASRF menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari
wanita yang berada dalam kelompok umur 15-49 tahun. Dan jika dituliskan dalam
bentuk rumus adalah sebagai berikut :
Bi
Fmi
Bi = Jumlah
kelahiran dari wanita kelompok 1 tahun.
Fmi = Jumlah
penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K
= Konstanta (=1.000).
4.1 MIGRASI
Migrasi merupakan hal
yang umum yang dilakukan dalam kehidupan .
migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan
tujuan mencari suasana , lingkungan serta pengalaman yang baru dalam
bersosialisasi . Faktor-faktor bagi seorang
migran dalam melakukan keputusannya untuk pindah kedaerah lain adalah sebagai
berikut :
-
Persediaan Sumber daya alam - lokasi yang
strategis dalam perekonomian
-
Lingkungan sosial budaya - adat dan
istiadat
Dengan mengetahui faktor diatas
setidaknya akan mengurangi migran tersebut dari dampak negatifnya. Selain itu
kita juga mesti memikirkan berbagai rintangan yang mungkin dihadapi selama
proses migrasi.
Macam – macam migrasi adalah sebagai berikut :
Pertama ,
Migrasi Internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
1. Imigrasi
=> Masuknya penduduk ke suatu negara
2. Emigrasi
=> Keluarnya penduduk ke negara lain
3. Remigrasi
=> Kembalinya penduduk ke negara
Kedua ,
Migrasi Nasional dibagi menjadi empat , yaitu :
1. Urbanisasi
=> Dari Desa ke Kota
2. Transmigrasi
=> Dari Pulau ke Pulau
3. Ruralisasi
=> Dari Kota ke Desa
4. Evakuasi
=> Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman
Ketika kita berpindah ke suatu
tempat yang baru pasti aka nada hal yang mungkin berdampak positif namun dapat
berdampak positif , berikut adalah dampak positif dan negatinya ,yaitu :
Dampak positif dari migrasi antara lain adalah:
- Meratakan persebaran
penduduk, yaitu penduduk yang padat dari suatu wilayah menyebabkan banyaknya
masalah yang
timbul,untuk menghindarinya masyarakat mengadakan suatu proggram yaitu migrasi
- Meningkatkan kesejahteraan
ekonomi penduduk, yaitu penduduk yang tinggal di suatu wilayah hidupnya
kurang sejahtera,
maka dari itu pemerintah mengadakan program migrasi bentuk peduli pemerintah
terhadap rakyat
- Mengurangi jumlah
pengangguran, yaitu tempat yang padat wilayahnya memungkinkan penduduk sulit
dalam menemukan
pekerjaan. Yang tarjadi adalah penduduk banyak yang mengalami pengangguran,
Migrasi ini bertujuan
agar agar penganggguran berkurang.
- Mengurangi kepadatan
penduduk di suatu wilayah, yaitu penduduk yang padat akan banyak menimbulkan
menimbulkan bebagai
masalah dan lagi pula tempat yang kosong bisa dimanfaatkan untuk mencari
nafkah.
maka dari itu program
migrai sangat cocok untuk mengahadapi masalah tersebut.
Dampak negatif dari migrasi antara lain adalah:
- Berkurangnya tenaga kerja
produktif di daerah yang di tinggalkan (desa)
- Berkurangnya jumlah golongan
berpendidikan di desa
- Terbentuknya daerah - daerah
kumuh di kota
- Berkurangnya tenaga
penggarap lahan pertanian di desa
- Terjadi konflik antara
penduduk asli dan penduduk pindahan
- Terjadi sengketa tanah dari
kedua pihak
- Bisa saja tercampur budaya
penduduk asli dengan penduduk pindahan
- Budaya penduduk pindahan
menjadi hilang karena menganut budaya penduduk asli
Ini Adalah
Bentuk Model Kaitan Mekanisme Migrasi dari Lee.
Photo link : http://prntscr.com/ha5gv1

Ket : + = Attracting (Menarik) -
= Repulsing
0 = Nentarl = Hambatan antara
Foto link : http://prntscr.com/ha5h2w

2.3 3 jenis struktur penduduk
Ada 3 jenis struktur penduduk, yaitu :
1.
Piramida Penduduk Muda,
menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang, dan
jumlah angka kelahiran lebih besar dibanding angka kematian. Bentuk ini
biasanya dijumpai pada negara berkembang seperti Indonesia, India, dll.
Contoh
Piramida Penduduk Muda
Foto link : http://prntscr.com/ha5h7n

2.
Piramida Penduduk Tua, menggambarkan
adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil
sekali.
Contoh
Piramida Penduduk Tua
Foto link : http://prntscr.com/ha5hc2

3.
Piramida Stationer, menggambarkan
keadaan penduduk yang tetap (statis). Sebab tingkat kematian rendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi. Biasa di jumpai di negara – negara maju seperti Amerika,
Swedia, dll.
Contoh
Piramida Stasioner
Foto link : http://prntscr.com/ha5hfx

2.5
Rasio
ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Defendency Ratio) adalah
perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah
penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan kerja)
dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja). Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat
digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi
suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.
Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin
tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang
harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang
belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio
yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung
penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi.
Photo link : http://prntscr.com/ha5hjr

Misalnya rasio ketergantungan adalah sebesar 54,7persen, artinya setiap 100orang yang berusia kerja(dianggapproduktif)mempunyai tanggungan sebanyak 55 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi
3.1 Kebudayaan Dan Kepribadian
A.
Pertumbuhan
dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Disini ada 2 macam zaman
batu di Indonesia, yaitu :
1.
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum), Ciri- ciri alat-alat
batu pada zaman batu tua, yaitu bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar,
misalnya kapak genggam. Kapak genggam tersebut berasal dari wilayah Eropa,
Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab (India),
kapak genggam jenis ini tidak kita temukan/ ada di daerah Asia Tenggara.
Berdasarkan penelitian para ahli
prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum
berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan,
menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung
Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai
ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
2.
Zaman Batu Muda (Neolithikum), Manusia pada
zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/ melebur
logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh
karena itulah mereka mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk
berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri- ciri
orang- orang pada zaman batu muda adalah :
·
Sudah mulai menetap disutu tempat
dan sudah bisa membuat rumah.
·
Sudah mulai membentuk kelompok
masyarakat (desa).
·
Sudah pandai berternak dan bertani
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada masa ini Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu
membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan
Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat
dari bahan perunggu.
3.2 Kebudayaan
Hindu, Budha, dan Islam
1.
Kebudayaan Hindu, Budha
Berbicara mengenai kebudayaan hindu budha, maka kita
tiak terlepass dari peradaban sungai Indus, India. Wilayah ini sudah sejak dulu
sudah menjadi tempat lahirnya peradaban. Sekitar 2000 tahu SM, diwilayah India
mulai berkembang budaya dan agama Hindu. Beberapa waktu kemuadian di india juga
hadir budaya dan agama Budha. Kebudayaan masyarakat India terus mengalami
perkembangan dan kemajuan, terutama dalam bidang kesenian, seperti seni pahat
dan seni patung. Kul-kuil yang indah dan megah dibangun dikota-kota penting di
India. Kesusastraan mengalami masa-masa yang cukup gemilang, baik dalam
kesusastraan Hindu maupun Budha. Diantaranya menghasilkan beberapa
kitab yang memiliki nilai satra tinggi yang terkenal, seperti kitab Mahabarata
dan Ramayana. Dari Indian inilah kemudian kebudayaan hindu Budha menyebar ke
berbagai tempet.
2.
Kebudayaan Islam
Pada Abad ke 15 da 16 agama islam
telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut
Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa.
Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad
ke 11 karena pada abad ini sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan
di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal
ini di karenakan masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa melainkan
dengan cara baik-baik.
Pada Abad ke 15 ketika kejayaan
maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat
merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di
pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung
Malaka, Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara
Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam
proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang-pedagang
kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan nampaknya telah terpengaruh
dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan PesisIr Kalimantan.
4.1
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan
barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian
bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara
Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia,
terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan
kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan
dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan,
terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku. Di Maluku berkembang dua lapisan
sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Dalam lapisan
sosial kedua inilah pendidikan Barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran
bahasa Belanda menjadi syarat utam untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Sehubungan dengan
itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa Indonesia.
Bahwasannya kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul sebagai buah
usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang
ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Dalam penjelasan
UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu akan diarahkan, dan untuk
Indonesia kebudayaan itu akan diarahkan menuju kearah kemajuan budaya dan
persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat
mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan
bangsa Indonesia.
BAB III
PENUTUP
5.1 Tujuan
Penulisan
Penulisan
makalah tentang penduduk , kebudayaan , dan masyarakat bertujuan untuk membuat
tugas soft skill ilmu sosial dasar serta
memberi wawasan tentang penduduk , kebudayaan dan masyarakat bagi para pembaca
5.2 Gaya
Penulisan
Disini saya
menggunakan font time new roman ukuran 12 , judul menggunakan huruf serta
menggunakan mode deskriptif
5.3 Kesimpulan
Saat ini perkembangan teknologi sudah sangat maju dibandingkan tahun
sebelumnya , jangan pernah melupakan budaya karena merupakan kebiasaan yang
telah di lakukan oleh nenek moyang kita serta sebagai simbol dari kehidupan
masyarakat jaman dahulu . dampaknya berimbas kepada generasi muda sekarang ini
seperti pergaulan bebas yang sangat berbahaya . kita sebagai pemuda harus
selalu memegang teguh budaya kita dan mengajarkan kepada generasi muda untuk
tidak melupakan budaya daerah .
DAFTAR
PUSTAKA
http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/10/04/penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan
Iskandar , Does Sampurno Masalah
Pertambahan Penduduk di Indonesia
Ehrlich,
Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
https://www.bing.com/images/search?view=detailV2&ccid=0hLmWf%2bi&id=1309A6DD06A646A17206828A9F1F9D9A00C94D79&thid=OIP.0hLmWf-iAJACzc5rExf8zAEsDh&q=cdr+population+reference+bureau+1981&simid=608036262805638182&selectedIndex=1&qpvt=cdr+population+reference+bureau+1981&ajaxhist=0
www..printscreen.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar