INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
1. Pertumbuhan Individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang
artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat
dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup
manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia
perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa
individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam
kepribadiannya.
Pertumbuhan
( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran
atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran
berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan
keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah sebagai berikut :
1. Seks
Kecepatan pertumbuhan dan perkembangam pada seorang anak
wanita berbeda dengan anak laki-laki.
2.
Ras
Anak
keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan lebih besar dibanding anak Asia.
Faktor
Lingkungan
3.
Lingkungan eksternal
Kebudayaan,
Status sosial ekonomi keluarga, Nutrisi, Penyimpangan keadaan sehat, Olah raga,
Urutan anak dalam keluarga.
4.
Lingkungan internal
5.
Intelegensi
Pada
umumnya anak yang mempunyai integensi tinggi, mempunyai perkembangan lebih
baik.
6.
Hormon
Ada
tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu: Somatotropin, hormon yang
mempengaruhi jumlah sel tulang, merangsang sel otak pada masa pertumbuhan.
Berkurangnya hormon ini dapatmenyebabkan gigantisme; hormon tiroid,
mempengaruhi pertumbuhan tulang. Berkurangnya hormon ini dapat menyebabkan
kreatinisme; Hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang
perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoid. Sedangkan estrogen
merangsang perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur: kekurangan
homon gonadotropin dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.
7.
Emosi
Hubungan
yang hangat dengan orang lain seperti dengan ayah, ibu, saudara, teman sebaya
serta guru akan memberi pengaruh terhadap perkembangan emosi, sosial dan
intelektual anak. Cara anak berinteraksi dalam keluarga akan mempengaruhi
interaksi anak di luar rumah. Apabila keinginan anak tidak dapat terpenuhi
sesuai dengan tahap perkembangan tertentu dapat memberi pengaruh terhadap tahap
perkembangan selanjutnya.
8.
Pelayanan Kesehatan yang Ada di Sekitar
Lingkungan
9.
Dengan adanya pelayanna kesehatan di
sekitar lingkungan anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, karena dengan
anak diharapkan dapat terkontrol perkembangannya dan jika ada masalah dapat
segera diketahui sedini mungkin serta dapat dipecahkan/dicari jalan keluarnya
dengan cepat.
2. Fungsi keluarga
Fungsi Keluarga Dalam kehidupan manusia, memili beberapa fungsi dasar sebagai berikut :
àFungsi
pendidikan moral dan juga akhlak anak;
àFungsi
sosialisasi kehidupan untuk anak;
àFungsi
perlindungan untuk setiap anggota keluarga;
àFungsi
perasaan dan pemberi kasih sayang antar sesama anggota keluarga;
àFungsi
pendidikan dan juga penanaman ilmu dan praktik agama;
àFungsi penyedia kebutuhan ekonomi untuk anggota
keluarga yang belum dapatmemenuhi kebutuhannya sendiri;
àFungsi biologis sebagai sebuah bagian untuk
memperbanyak keturunan / generasi penerus;
àFungsi
kasih sayang, rasa aman, dan perhatian antar sesama anggota keluarga;
àFungsi rekreatif untuk setiap anggota keluarga dari
berbagai macam aktivitas keseharian.
Jenis – jenis Keluarga
Secara umum,
keluarga dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu keluarga inti, keluarga
konjugal, dan keluarga luas.
1. Keluarga Inti
Keluarga inti merupakan
jenis keluarga yang paling dasar sekaligus paling kecil cakupannya. Meskipun
begitu, keluarga inti merupakan jenis keluarga yang memegang peranan terbesar
dalam kehidupan setiap orang. Jenis keuarga ini hanya terdiri atas ayah, ibu,
dan anak.
2. Keluarga Konjugal
Jenis keluarga
konjugal merupakan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak, yang dilengkapi
dengan keberadaan / interaksi dari orang tua ayah atau pun ibu (kakek, nenek).
Dibandingkan dengan keluarga inti, cakupan keluarga konjugal cenderung jauh
lebih luas dan juga lebih kompleks.
3. Keluarga Luas
Keluarga luas
merupakan jenis keluarga dengan jumlah personil dan juga luas cakupan paling
besar. Keluarga luas terdiri dari personil keluarga konjugal yang telah
dilengkapi dengan keberadaan kerabat yang lebih kompleks seperti paman, bibi,
sepupu, dan berbagai personel keluarga lainnya.
3. Individu, keluarga, dan masyarakat
pengertian keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang tersusun atas kepala keluarga
(berperan sebagai suami dan ayah) dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal
bersama pada suatau tempat di bawah satu atap dalam kondisi yang saling
membutuhkan / ketergantungan.
Pengertian masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen
(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk
mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Dalam masyarakat terdapat 2 golongan , yaitu :
1.
Multikulturalisme dan Kesederajatan
Multikulturalisme
adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada
kesederajatan perbedaan kebudayaan. Tercakup dalam pengertian kebudayaan adalah
para pendukung kebudayaan, baik secara individual maupun secara kelompok, dan
terutama ditujukan terhadap golongan sosial askriptif yaitu sukubangsa (dan
ras), gender, dan umur. Ideologi multikulturalisme ini secara bergandengan
tangan saling mendukung dengan proses-proses demokratisasi, yang pada dasarnya
adalah kesederajatan pelaku secara individual (HAM) dalam berhadapan dengan
kekuasaan dan komuniti atau masyarakat setempat.
2.
Masyarakat Majemuk
Masyarakat majemuk
terbentuk dari dipersatukannya masyarakat-masyarakat suku bangsa oleh sistem
nasional, yang biasanya dilakukan secara paksa (by force) menjadi sebuah bangsa
dalam wadah negara.
Masyarakat non industry dan industri
1.Masyarakat non industri
secara garis
besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer(primary group)dan
kelompok sekunder(secondary group)
a. kelompok primer
dalam kelompok primer ini disebut juga
kelompok "face to face", sebab para anggota sering berdialog,
bertatap muka, karena mereka saling mengenal lebih dekat dan lebih akrab. sifat
interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih
berdasarkan simpati. pembagian kerja atau tugas pada kelompok, yaitu menerima
serta menjalankan tugas tanpa paksaan, lebih ditekankan kepada
kesadaran,tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati
dan secara sukarela. contoh seperti keluarga , rt , kelompok belajar , kelompok
agama , dll.
b. kelompok
sekunder
antara anggota kelompok
sekunder , terpaut saling berhubungan tidak langsung formal , juga kurang sifat
berkeluargaan oleh karena itu, sifat interaksi,pembagian kerja antar anggota
kelompok di atur atas pertimbangan rasional dan obyektif. para anggota menerima
pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan keahlian tertentu serta dituntut
dedikasi. hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu
yang telah disebbutkan dalam program yang disepakati. contoh dari kelompok
sekunder seperti parpol, perhimpunan serikat buruh , organisasi profesi , dll.
2. Masyarakat Industri
jika pembagian
kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi
solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antar kelompok
masyarakat yang mengenal pengkhususan . otonomi sejenis,juga menjadi ciri dari
bagian atau kelompok masyarakat industri. otonomi sejenis ini dapat diartikan
dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri,
sampai pada batas tertentu. contohnya seperti tukang roti,sepatu,bubutm,las
ahli mesin mereka dapat bekerja secara mandiri.dengan timbulnya spesialisasi
fungsional,makin berkurang pula ide kolektif untuk diapresiasikan dan
dikerjakan bersama. dengan demikian semakin komplesk pembagian kerja, semakin banyak
timbul kepribadian individu
perbedaan antara
masyarakat industri dan masyarakat non industri adalah terdapat pada mata
pencaharian peranan serta tempat dimana mereka berada.jika di non industry
masyarakat yang ada di atur atas dasar pertimbangan rasional sehingga
masyarakat non industri sekunder kurang memiliki sifat kekeluargaan yang bagus.
4. hubungan antara individu keluarga dan masyarakat
Makna Individu adalah Manusia sebagai makhluk
individu artinya manusia sebagai makhluk hidup atau makhluk individu maksudnya
tiap manusia berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa disesuaikan dengan
lingkungan sekitar. Manusia individu adalah subyek yang mengalami kondisi
manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan
masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status
sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak,
remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi
diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia juga sebagai
mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik
dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.
Makna
keluarga adalah sebagai
sarana menyelesaikan masalah dengan cara berkonsultasi individu satu dengan
yang lain agar terselesaikan serta membimbing suatu individu untuk berada pada
jalan yang benar
Makna masyarakat adalah menerangkan komuniti individu yang tinggal bersama boleh juga
dikatakan masyarakat berfungsi mempererat hubungan berbagai individu dari segi
pelaksanaan dan merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial . oleh
karena itu masyarakat menginginkan kestabilan dan mengharapkan para individu
untuk berpartisipasi didalamnya untuk menolong individu yang lain sebagai
pembentukan etika bermasyarakat
Hubungan individu, keluarga , dan masyarakat
Aspek individu,
keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada
keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di
pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu
membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat
mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan
kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai
potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial
yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga.
Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping
itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial
dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara
itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam
masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari
keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat
berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili
oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum
bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya
individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa
disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk
menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat
5. urbanisasi
Urbanisasi adalah
perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup
serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa
dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial
kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung
dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak
hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu
masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Ada 2 proses terjadinya urbanisasi, yaitu :
1.Proses Urbanisasi
merupakan Proses Ekonomi
Negara
Sedang Berkembang- urbanisasi pada negara berkembang dimulai sejak PD II,
urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya industri (kebalikan dari negara
industri maju)- penduduk kota meningkat cepat- urbanisasi tidak terbagi rata,
semakin besar kotanya, semakin cepat proses urbanisasinya,adanya konsep
“Primate City”
2.Proses
Urbanisasi Bersifat Demografi
Dari uraian di
atas, jelas bahwa sejak PD II, proses urbanisasi di negara berkembang
terjaditerlebih dulu dan kemudian menjadi titik tolak terjadinya
industrialisasi. Pada kenyataannnya,saat ini seperti yang terjadi di Cibinong,
urbanisasi terjadi setelah adanya industri (dibangunnyadaerah-daerah industri
baru). Selain itu pada daerah pinggiran Jakarta dibangun beberapa
daerahindustri yang berfungsi untuk mendukung kegiatan kota Jakarta, selain itu
juga terjadi peningkatan ekonomi wilayah pinggiran tersebut sehingga wilayah
tersebut berangsur-angsur menjadi kota. Oleh karena itu konsep bahwa urbanisasi
merupakan titik tolak terjadinya industrimenjadi kurang tepat karena
sesungguhnya keduanya saling mempengaruhi.Selain itu telahdisebutkan bahwa
urbanisasi adalah proses kenaikan proporsi jumlah penduduk kota, dalam bukuKota
Indonesia Masa Depan Masalah dan Prospek, oleh BN Marbun, disebutkan bahwa
kenaikan jumlah penduduk ini diantaranya disebabkan oleh:- gejala alami, yaitu
kelahiran- masuknya orang-orang yang pindah dari daerah pedesaan ke perkotaan,
ataupun dari daerah perkotaan ke daerah perkotaan yang lebih besar atau yang
disebut migrasi (rural-urban, urban-urban).Kedua hal ini biasanya disebut
sebagai komponen urbanisasi. Dari kedua komponentersebut biasanya, pengaruh
perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan ataupun perpindahan daeri
perkotaan ke kota yang lebih besar akan mempunyai pengaruh yang lebih besar
dibandingkan dengan pengaruh jumlah kelahiran.Banyak orang berpendapat bahwa
alasan utama kepindahan seseorang atau sekelompok orang dari daerahnya ke
tempat lain adalah karena terdorong oleh faktor-faktor penarik daerahkota atau
daerah tersebut serta anggapan dari masyarakat desa bahwa kota dapat
memberikanlapangan/ kesempatan kerja dengan memberikan upah yang besar. Namun
dalam kenyataannyasebagian besar penyebab terjadinya migrasi ini adalah karena
tidak adanya pekerjaan yang sesuaidengan keahlian yang mereka miliki, sehingga
timbul kecenderungan untuk keluar dari desa ataudaerah mereka untuk pindah ke
kota.
DAFTAR PUSTAKA
http://pertumbuhansaya.blogspot.co.id/2010/09/pengertian-pertumbuhan.html
http://pengertiandefinisi.com/pengertian-keluarga-fungsi-keluarga-dan-jenis-jenis-keluarga/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://ajinovyanw.blogspot.co.id/2011/10/2-dua-golongan-masyarakat.html
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/perbedaan-antara-kelompok-masyarakat.html
https://perdanayudha.wordpress.com/2012/11/13/makna-manusia-sebagai-individu/
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/makna-masyarakat.html
https://suparman11.wordpress.com/2013/11/17/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat/
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
http://pengertiandefinisi.com/pengertian-keluarga-fungsi-keluarga-dan-jenis-jenis-keluarga/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://ajinovyanw.blogspot.co.id/2011/10/2-dua-golongan-masyarakat.html
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/perbedaan-antara-kelompok-masyarakat.html
https://perdanayudha.wordpress.com/2012/11/13/makna-manusia-sebagai-individu/
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/makna-masyarakat.html
https://suparman11.wordpress.com/2013/11/17/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat/
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
Tidak ada komentar:
Posting Komentar