Rabu, 13 Desember 2017

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT


INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT 

1.  Pertumbuhan  Individu

Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.



Pertumbuhan ( Growth ) adalah berkaitan dangan masalah perubahan dalam besar, jumlah ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat ( gram, pound ) ukuran panjang ( cm, inchi ), umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh).

       Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan  adalah sebagai berikut :

1.      Seks

Kecepatan pertumbuhan dan perkembangam pada seorang anak wanita berbeda dengan anak laki-laki.

2.      Ras

Anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan lebih besar dibanding anak Asia.

Faktor Lingkungan

3.      Lingkungan eksternal

Kebudayaan, Status sosial ekonomi keluarga, Nutrisi, Penyimpangan keadaan sehat, Olah raga, Urutan anak dalam keluarga.

4.      Lingkungan internal

5.      Intelegensi

Pada umumnya anak yang mempunyai integensi tinggi, mempunyai perkembangan lebih baik.

6.      Hormon

Ada tiga hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu: Somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel tulang, merangsang sel otak pada masa pertumbuhan. Berkurangnya hormon ini dapatmenyebabkan gigantisme; hormon tiroid, mempengaruhi pertumbuhan tulang. Berkurangnya hormon ini dapat menyebabkan kreatinisme; Hormon gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkembangan seks laki-laki dan memproduksi spermatozoid. Sedangkan estrogen merangsang perkembangan seks sekunder wanita dan produksi sel telur: kekurangan homon gonadotropin dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan seks.

7.      Emosi

Hubungan yang hangat dengan orang lain seperti dengan ayah, ibu, saudara, teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh terhadap perkembangan emosi, sosial dan intelektual anak. Cara anak berinteraksi dalam keluarga akan mempengaruhi interaksi anak di luar rumah. Apabila keinginan anak tidak dapat terpenuhi sesuai dengan tahap perkembangan tertentu dapat memberi pengaruh terhadap tahap perkembangan selanjutnya.

8.      Pelayanan Kesehatan yang Ada di Sekitar Lingkungan

9.      Dengan adanya pelayanna kesehatan di sekitar lingkungan anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, karena dengan anak diharapkan dapat terkontrol perkembangannya dan jika ada masalah dapat segera diketahui sedini mungkin serta dapat dipecahkan/dicari jalan keluarnya dengan cepat.



2. Fungsi keluarga



Fungsi Keluarga Dalam kehidupan manusia, memili beberapa fungsi dasar sebagai berikut :

            àFungsi pendidikan moral dan juga akhlak anak;

            àFungsi sosialisasi kehidupan untuk anak;

            àFungsi perlindungan untuk setiap anggota keluarga;

            àFungsi perasaan dan pemberi kasih sayang antar sesama anggota keluarga;

            àFungsi pendidikan dan juga penanaman ilmu dan praktik agama;

àFungsi penyedia kebutuhan ekonomi untuk anggota keluarga yang belum dapatmemenuhi kebutuhannya sendiri;

àFungsi biologis sebagai sebuah bagian untuk memperbanyak keturunan / generasi penerus;

            àFungsi kasih sayang, rasa aman, dan perhatian antar sesama anggota keluarga;

àFungsi rekreatif untuk setiap anggota keluarga dari berbagai macam aktivitas keseharian.



Jenis – jenis Keluarga

Secara umum, keluarga dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu keluarga inti, keluarga konjugal, dan keluarga luas.

1.         Keluarga Inti

Keluarga inti merupakan jenis keluarga yang paling dasar sekaligus paling kecil cakupannya. Meskipun begitu, keluarga inti merupakan jenis keluarga yang memegang peranan terbesar dalam kehidupan setiap orang. Jenis keuarga ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.

2.         Keluarga Konjugal

Jenis keluarga konjugal merupakan keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak, yang dilengkapi dengan keberadaan / interaksi dari orang tua ayah atau pun ibu (kakek, nenek). Dibandingkan dengan keluarga inti, cakupan keluarga konjugal cenderung jauh lebih luas dan juga lebih kompleks.

3.         Keluarga Luas

Keluarga luas merupakan jenis keluarga dengan jumlah personil dan juga luas cakupan paling besar. Keluarga luas terdiri dari personil keluarga konjugal yang telah dilengkapi dengan keberadaan kerabat yang lebih kompleks seperti paman, bibi, sepupu, dan berbagai personel keluarga lainnya.



3. Individu, keluarga, dan masyarakat

pengertian keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang tersusun atas kepala keluarga (berperan sebagai suami dan ayah) dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal bersama pada suatau tempat di bawah satu atap dalam kondisi yang saling membutuhkan / ketergantungan.

Pengertian masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Dalam masyarakat terdapat 2 golongan , yaitu :



1.      Multikulturalisme dan Kesederajatan

Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan. Tercakup dalam pengertian kebudayaan adalah para pendukung kebudayaan, baik secara individual maupun secara kelompok, dan terutama ditujukan terhadap golongan sosial askriptif yaitu sukubangsa (dan ras), gender, dan umur. Ideologi multikulturalisme ini secara bergandengan tangan saling mendukung dengan proses-proses demokratisasi, yang pada dasarnya adalah kesederajatan pelaku secara individual (HAM) dalam berhadapan dengan kekuasaan dan komuniti atau masyarakat setempat.



2.      Masyarakat Majemuk

Masyarakat majemuk terbentuk dari dipersatukannya masyarakat-masyarakat suku bangsa oleh sistem nasional, yang biasanya dilakukan secara paksa (by force) menjadi sebuah bangsa dalam wadah negara.



Masyarakat non industry dan industri



1.Masyarakat non industri

secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer(primary group)dan kelompok sekunder(secondary group)

a. kelompok primer

   dalam kelompok primer ini disebut juga kelompok "face to face", sebab para anggota sering berdialog, bertatap muka, karena mereka saling mengenal lebih dekat dan lebih akrab. sifat interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. pembagian kerja atau tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas tanpa paksaan, lebih ditekankan kepada kesadaran,tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. contoh seperti keluarga , rt , kelompok belajar , kelompok agama , dll.

b. kelompok sekunder

antara anggota kelompok sekunder , terpaut saling berhubungan tidak langsung formal , juga kurang sifat berkeluargaan oleh karena itu, sifat interaksi,pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas pertimbangan rasional dan obyektif. para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan keahlian tertentu serta dituntut dedikasi. hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah disebbutkan dalam program yang disepakati. contoh dari kelompok sekunder seperti parpol, perhimpunan serikat buruh , organisasi profesi , dll.



2. Masyarakat Industri



jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antar kelompok masyarakat yang mengenal pengkhususan . otonomi sejenis,juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok masyarakat industri. otonomi sejenis ini dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas tertentu. contohnya seperti tukang roti,sepatu,bubutm,las ahli mesin mereka dapat bekerja secara mandiri.dengan timbulnya spesialisasi fungsional,makin berkurang pula ide kolektif untuk diapresiasikan dan dikerjakan bersama. dengan demikian semakin komplesk pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu



perbedaan antara masyarakat industri dan masyarakat non industri adalah terdapat pada mata pencaharian peranan serta tempat dimana mereka berada.jika di non industry masyarakat yang ada di atur atas dasar pertimbangan rasional sehingga masyarakat non industri sekunder kurang memiliki sifat kekeluargaan yang bagus.



4. hubungan antara individu keluarga dan masyarakat



Makna Individu adalah  Manusia sebagai makhluk individu artinya manusia sebagai makhluk hidup atau makhluk individu maksudnya tiap manusia berhak atas milik pribadinya sendiri dan bisa disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Manusia individu adalah subyek yang mengalami kondisi manusia. Ini diikatkan dengan lingkungannya melalui indera mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian mereka, jenis kelamin mereka serta status sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak, remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu. Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil.

Makna keluarga adalah sebagai sarana menyelesaikan masalah dengan cara berkonsultasi individu satu dengan yang lain agar terselesaikan serta membimbing suatu individu untuk berada pada jalan yang benar

Makna masyarakat adalah menerangkan komuniti individu yang tinggal bersama boleh juga dikatakan masyarakat berfungsi mempererat hubungan berbagai individu dari segi pelaksanaan dan merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial . oleh karena itu masyarakat menginginkan kestabilan dan mengharapkan para individu untuk berpartisipasi didalamnya untuk menolong individu yang lain sebagai pembentukan etika bermasyarakat

Hubungan individu, keluarga , dan masyarakat

Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.

Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat



5. urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.



Ada 2 proses terjadinya urbanisasi, yaitu :

1.Proses Urbanisasi merupakan Proses Ekonomi

 Negara Sedang Berkembang- urbanisasi pada negara berkembang dimulai sejak PD II, urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya industri (kebalikan dari negara industri maju)- penduduk kota meningkat cepat- urbanisasi tidak terbagi rata, semakin besar kotanya, semakin cepat proses urbanisasinya,adanya konsep “Primate City” 

2.Proses Urbanisasi Bersifat Demografi

Dari uraian di atas, jelas bahwa sejak PD II, proses urbanisasi di negara berkembang terjaditerlebih dulu dan kemudian menjadi titik tolak terjadinya industrialisasi. Pada kenyataannnya,saat ini seperti yang terjadi di Cibinong, urbanisasi terjadi setelah adanya industri (dibangunnyadaerah-daerah industri baru). Selain itu pada daerah pinggiran Jakarta dibangun beberapa daerahindustri yang berfungsi untuk mendukung kegiatan kota Jakarta, selain itu juga terjadi peningkatan ekonomi wilayah pinggiran tersebut sehingga wilayah tersebut berangsur-angsur menjadi kota. Oleh karena itu konsep bahwa urbanisasi merupakan titik tolak terjadinya industrimenjadi kurang tepat karena sesungguhnya keduanya saling mempengaruhi.Selain itu telahdisebutkan bahwa urbanisasi adalah proses kenaikan proporsi jumlah penduduk kota, dalam bukuKota Indonesia Masa Depan Masalah dan Prospek, oleh BN Marbun, disebutkan bahwa kenaikan jumlah penduduk ini diantaranya disebabkan oleh:- gejala alami, yaitu kelahiran- masuknya orang-orang yang pindah dari daerah pedesaan ke perkotaan, ataupun dari daerah perkotaan ke daerah perkotaan yang lebih besar atau yang disebut migrasi (rural-urban, urban-urban).Kedua hal ini biasanya disebut sebagai komponen urbanisasi. Dari kedua komponentersebut biasanya, pengaruh perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan ataupun perpindahan daeri perkotaan ke kota yang lebih besar akan mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh jumlah kelahiran.Banyak orang berpendapat bahwa alasan utama kepindahan seseorang atau sekelompok orang dari daerahnya ke tempat lain adalah karena terdorong oleh faktor-faktor penarik daerahkota atau daerah tersebut serta anggapan dari masyarakat desa bahwa kota dapat memberikanlapangan/ kesempatan kerja dengan memberikan upah yang besar. Namun dalam kenyataannyasebagian besar penyebab terjadinya migrasi ini adalah karena tidak adanya pekerjaan yang sesuaidengan keahlian yang mereka miliki, sehingga timbul kecenderungan untuk keluar dari desa ataudaerah mereka untuk pindah ke kota.

DAFTAR PUSTAKA
http://pertumbuhansaya.blogspot.co.id/2010/09/pengertian-pertumbuhan.html
http://pengertiandefinisi.com/pengertian-keluarga-fungsi-keluarga-dan-jenis-jenis-keluarga/
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://ajinovyanw.blogspot.co.id/2011/10/2-dua-golongan-masyarakat.html
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/perbedaan-antara-kelompok-masyarakat.html
https://perdanayudha.wordpress.com/2012/11/13/makna-manusia-sebagai-individu/
http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/makna-masyarakat.html
https://suparman11.wordpress.com/2013/11/17/hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat/
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar