1.1 Internalisasi belajar dan Spesialisasi
Berikut adalah penjelasan pemudai ,
yaitu :
Dalam Wikipedia , pemuda mempunyai
arti orang yang masih muda ; orang muda ; pemuda harapan bangsa ; remaja ;
taruna ; para pemuda ini akan menjadi pemimpin bangsa .
Menurut Princeton , pemuda (youth)
dalam kamus webstersnya sebagai “the time of life between childhood and
maturity ; early maturity ; the state of being young or immature or
inexperienced ; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Pemuda digolongkan dalam usia 10-24
tahun sebagai young people , sedangkan remaja identic sebagai sosok individu
yang berusia produktif 10-19 tahun . pemuda
lemah dalam hal sifat karena itu tergantung dari perubahan sosial maupun
kultural . pemuda adalah generasi baru yang nantinya akan memimpin bangsa
menjadi lebih baik lagi .
Berikut adalah pelenjelasan
sosialisasi , yaitu :
sosialisasi adalah proses penamaan
atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari generasi ke generasi lainnya
dalam sebuah kelompok atau masyarakat . sebuah sisiolog menyebut sosialisasi
sebagai teori mengenai peranan (role theory) . karena dalam proses sosialisasi
diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Berikut pengertian
sosialisasi menurut para ahli :
1. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses sosial
tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang
sesuai dengan perilaku orang-orang di sekitarnya.
Contoh: Bu Tina mengajarkan anaknya
mengucapkan kata “terima kasih” setelah diberi sesuatu oleh orang lain dengan
tujuan agar anaknya bisa menghargai orang lain.
2. Broom & Selznic
Sosialisasi adalah proses membangun
atau menanamkan nilai-nilai kelompok pada diri seseorang.
Contoh: Sekelompok polisi yang
memberikan pengarahan tentang keselamatan berkendara.
3. Peter L. Berger
Sosialisasi ialah proses pada seorang
anak yang sedang belajar menjadi anggota masyarakat. Adapun yang dipelajarinya
ialah peranan pola hidup dalam masyarakat yang sesuai dengan nilai dan
norma-norma maupun kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.
4. Stewart
Sosialisasi adalah proses memperoleh
kepercayaan, sikap, nilai, dan kebiasaan dalam kebudayaannya.
Contoh: Nina diajarkan untuk
membiasakan dirinya membuang sampah pada tempatnya.
5. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang
membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri terhadap bagaimana
cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya, agar ia dapat berperan dan
berfungsi dalam kelompoknya.
Contoh: Guru Pembina menjelaskan tata
tertib retret pada murid kelas XA agar retret dapat dijalankan dengan tertib.
Internalisasi belajar dan sosialisasi
:
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah
proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan
yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang
terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi
dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi
sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung
dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua
institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama,
terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama
menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.
Sosialisai primer
Peter L. Berger dan Luckmann
mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani
individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga).
Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum
masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga.
Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar
keluarganya.
Dalam tahap ini, peran orang-orang
yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan
pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat
ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan
anggota keluarga terdekatnya.
Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu
proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan
individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah
resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi
suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang
mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
Internalisasi adalah proses
norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi
saja,akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa
anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara norma-norma
;
-
Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang
bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih.
-
Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan
kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik
dalam pergaulan hidup dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup.
Berikut adalah proses sosialisasi ,
diantaranya :
-Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia
dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia
sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini
juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Contoh: Kata "makan" yang
diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna
kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami
secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.
-Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin
sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang
dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa
nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa
yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan
kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai
terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak
orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang
yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana
anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut
orang-orang yang amat berarti (Significant other)
-Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang
dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh
kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat
sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai
menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan
teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya
semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar
rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap
juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma
tertentu yang berlaku di luar keluarganya.
-Tahap penerimaan norma kolektif
(Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah
dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat
secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan
orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas.
Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan
dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan
perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti
sepenuhnya.
Peranan mahasiswa dan pemuda di masyarakat
:
Mahasiswa adalah kelompok pelajar
yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk mengenyam
pendidikan tinggi, di saat sebagian yang lain dalam usia yang sama masih
bergelut dengan kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan,
terutama pendidikan tinggi.
Predikat tersebut tentulah dapat
disinonimkan bahwa mahasiswa merupakan kaum intelektual, yang mempunyai basis
keilmuan yang kuat sesuai dengan jurusan yang diambil masing-masing mahasiswa,
yang berarti kemampuan akademik mahasiswa dapat diandalkan sebagai salah satu
asset negara ini. Tetapi, mahasiswa juga merupakan sebuah entitas social yang
selalu berinteraksi dengan masyarakat dari segala jenis lapisan, sehingga dalam
hal ini mahasiswa pun dituntut untuk memainkan peran aktif dalam kehidupan
social kemasyarakatan. Sedangkan pemuda adalah tulang punggung masyarakat.
Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus
mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala
dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang
dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan,
bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah Pemuda,
Proklamasi, Pemberantasan PKI, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya
diktator Soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum
muda. kaum muda pula yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap
pongahnya kekuasaan.
2. pemuda dan
identitas
Generasi muda merupakan generasi penerus
perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional, generasi
muda diharapkan dapat memikul tugas dan tanggung jawab untukkelestarian
kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan
perhatian khusus dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk dapat tumbuh dan
berkembang cara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Pola dasar
pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan
Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan
dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga
pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai
sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan
dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
A. Landasan idil
(Pancasila)
B. Landasan
Konstitusional (UUD 1945)
C. Landasan
Strategi (Garis-garis besar haluan negara)
D. Landasan
Histories (Sumpah Pemuda dan Proklamasi)
E. Landasan Normatif
(Tata Nilai diTengah Masyarakat) Pola
dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda :
Motivasi asas pembinaan dan pengembangan
generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti
disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
Atas dasar
kenyataan ini, diperlukan penataan kehidupan pemuda sehingga mereka mampu
memainkan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun disadari bahwa masa
depan tersebut tidak berdiri sendiri. Masa depan adalah lanjutan masa sekarang,
dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan
pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa
datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa yang akan datang
membutuhkan pula situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan
partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas
kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsamerupakan faktor penentu
yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.
Dalam hal ini,
pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok,
diantaranya:
A. Generasi muda
sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki
bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara
fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah yang dihadapi
oleh bangsa ini.
B. Generasi muda
sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan
pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat
yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara
fungsional.
Generasi muda
memiliki banyak masalah diantaranya :
Masalah generasi
muda pada umumnya di tandai oleh dua ciri yang berlawanan. Yakni, keinginan
untuk melawan (misalnya dalam bentuk radikalisme dan sebagainya) dan sikap yang
apatis (misalnya penyesuaian yang membabi buta terhadap ukuran moral generasi
tua). Sikap melawan mungkin disertai dengan suatu rasa takut bahwa masyarakat
akan hancur Karena perbuatan perbuatan menyimpang. Sedangkan sikap apatis
biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap masyarakat. Generasi muda
biasanya menghadapi masalah social dan biologis. Apabila seseorang mencapai
usia remaja, secara fisik dia telah matang, tetapi untuk dapat dikatangan
dewasa dalam arti social masih di perlukan factor-factor lainnya. Dia perlu
belajar banyak mengenai nilai dan norma-norma masyarakatnya. Pada masyarakat
bersahaja hal itu tidak menjadi masalah, karena anak memperoleh pendidikan
dalam lingkungan kelompok kekrabatan. Perbedaan kedewasaan social dengan
kematangan biologis tidak terlalu mencolok ; posisinya dalam masyarakat antara
lain di tentukan oleh usia.
Lain halnya dengan
masyarakat yang sudah rumit, terdapat pembagian kerja dan pengkotakan
fungsional bidang-bidang kehidupan. Kecuali terhadap pekerjaan fisik, maka
masyarakat tidaklah semata-mata menurut adanya kemampuan-kemampuan fisik,
tetapi juga kemampuan di bidang ilmiah, misalnya Kemampuan timbul
ketidakseimbangan antara kedewasaan social dengan kedewasaan biologis terutama
di dalam proses modernisasi. Dalam situasi demikian, seorang pemuda merasa
dirinya telah dewasa secara biologis, tetapi secara social belum. Memang di
dalam masyarakat sederhana meningkatnya usia berarti meningkatnya kebijaksanaan
seseorang, hal mana merupakan ukuran bagi pengalaman-pengalamannya. Karena itu
kedudukan-kedudukan penting diduduki oleh orang-orang yang telah berusia. Dalam
masyarakat yang sudah kompleks, kemajuan seseorang telah ditentukan oleh
kemampuan, bukan oleh senioritas.
Pada masyarakat
yang mengalami transisi, generasi muda seolah-olah terjepit antara norma-norma
lama dengan norma-norma baru (yang kadang-kadang belum terbentuk). Generasi tua
seolah-olah tidak menyadari bahwa sekarang ukurannya bukan lagi segi usia akan
tetapi kemampuan. Akan tetapi persoalannya adalah bahwa generasi muda sama
sekali tidak diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuannya setidak-tidaknya
demikianlah pendapat mereka.
Masa remaja
dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya, karena pada periode itu seseorang
meninggalkan tahap kehidupan anak-anak, untuk menuju ke tahap selanjutnya yaitu
tahap kedewasaan. Masa ini dirasakan sebagai suatu krisis karena belum adanya
pegangan sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan. Pada waktu itu
dia memerlukan bimbingan, terutama dari orang tuannya.
Di zaman sekarang
generasi muda ini mengalami kekosongan lantaran kebutuhan akan bimbingan orang
tua tidak ada atau kurang. Hal ini disebabkan oleh karena keluarga mengalami
disorganisasi. Pada keluarga-keluarga yang secara ekonomis kurang mampu,
keadaan tersebut disebabkan karena orang tua harus mencari nafkah, sehingga
tidak ada waktu sama sekali untuk mengasuh anak-anaknya. Sedang pada keluarga
yang mampu, persoalannya adalah karena orang tua terlalu sibuk dengan
urusan-urusan di luar rumah dalam rangka mengembangkan prestise. Keadaan
tersebut ditambah lagi dengan kurangnya tempat-tempat rekreasi atau bila
tempat-tempat tersebut ada dan biayanya mahal.
Anak –anak dari
orang-orang yang menduduki lapisan yang tinggi dalam masyarakat biasanya
menjadi pusat sorotan dan sumber bagi imitasi untuk anak-anak yang berasal dari
lapisan yang lebih rendah. Timbulnya organisasi-organisasi pemuda yang tingkah
lakunya tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya. Timbulnya usaha-usaha
generasi muda yang bertujuan untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam
masyarakat yang disesuaikan dengan nilai-nilai kaum muda. Usaha-usaha tersebut
kemudian di tamping di dalam organisasi-organisasi formal dimana dinamika
social generasi muda mewujudkan diri dengan penuh ikut sertanya generasi muda
dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat merupakan bagian dari suatu gejala
social. Di dalam organisasi-organisasi itulah terwujud cita-cita dan pola kehidupan
baru, cita-cita tentang kebebasan dan spontanitas, aspirasi terhadap
kepribadian dan lain sebagainya.
Generasi muda
mempunyai banyak potensi , diantaranya :
1.Idealisme dan
Daya Kritis
Jika dilihat dari
aspek sosiologi, pemuda Indonesia belum mapan dalam tahap ini, pemuda masih
bias melihat kekurangan-kekurangan yang ada dalam tatanan sehingga dapat
menimbulkan gagasan baru. Namun, kiranya sikap ini harus disertai dengan rasa
tanggung jawab.
2.Dinamika dan
Kreatifitas. Dengan adanya sikap idealisme dan daya kritis yang kuat, berarti
generasi muda dapat menimbulkan kreatifitas dan dinamika dalam tatanan berupa
perubahan, pembaruan, dan menyempurnakan kekurangan yang ada
3.Keberanian
Mengambil Resiko. Dalam upaya pembangunan pasti akan ada resiko resiko yang
akan timbulnya, seperti melesetnya jadwal pembangunan, terhambat, atau bahkan
gagal. Kaum muda dengan kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan
dapat mengatasi hal tersebut dengan baik dikarenakan, dan juga lebih berani
dalam mengambil resiko.
4.Optimis dan
Semangat. Optimis dan semangat yang ada dalam jiwa generasi muda akan menjadi
daya pendorong untuk menghasilkan sesatu yang lebih maju lagi sehingga
terbentuknya mental yang kuat yang tidak mudah patah semangat.
5.Sikap
Kemandirian dan Disiplin. Dengan sikap kemandirian mereka dapat menyadari
batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa, serta melaksanakan sesuatu
dengan disiplin.
6.Keanekaragaman
dalam Persatuan dan Kesatuan. Keanekaragaman pada pemuda, merupakan cermin
keanekaragaman bangsa kita. Keanekaragaman tersebut merupakan potensi dinamis
dan kreatif berdasarkan semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika.
7.Patriotisme dan
Nasionalisme. Dengan sikap patriotism dan nasionalisme, generasimuda dapat dilibatkan
dalam upaya pembelaan dan mempertahankan Negara.
8.Sikap Kesatria.
Sikap kesatria identik dengan sikap berani, mengabdi pada Negara serta rasa
tanggung jawab social yang tinggi. Sehingga dengan sikap itu para generasi muda
dpat menjadi pembela dan penegak hokum bagi masyarakat dn bangsa.
9.Kemampuan
Penguasaan Ilmu dan TeknilogI. Ilmu dan teknologi saat ini berkembang sangat
pesat, dengan ilmu tersebut generasi muda dapat menerapannya dilingkungan
sekitar sebagai transformator dan dinamistator.
Tujuan sosialisasi
ada 4 yaitu:
Memberikan
ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif.
Membantu
mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan
mawas diri yang tepat.
Membiasakan diri
dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada
dimasyarakat.
3. perguruan dan pendidikan
Cara mahasiswa
dalam mengembangkan potensi generasi muda , yaitu :
Generasi merupakan
generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan
nasional, diharapkan mampu memikul tugas dan tanggung jawab untuk kelestarian
kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan
perhatian khusus dan kesempatan yang seluas- luasnya untuk dapat tumbuh dan
berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Dalam proses
pertumbuhan dan perkembangannya, terdapat generasi muda yang menyandang
permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan narkota,
anak jalanan dan sebagainya baik yang disebabkan oleh faktor dari dalam dirinya
(internal) maupun dari luar dirinya (eksternal). Oleh karena itu perlu adanya
upaya, program dan kegiatan yang secara terus menerus melibatkan peran serta
semua pihak baik keluarga, lembaga pendidikan, organisasi pemuda, masyarakat
dan terutama generasi muda itu sendiri.
Arah kebijakan
pembinaan generasi muda dalam pembangunan nasional menggariskan bahwa pembinaan
perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap
terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya
guna dan berhasil guna. Dalam hubungan itu perlu dimantapkan fungsi dan peranan
wadah-wadah kepemudaan seperti KNPI, Pramuka, Karang Taruna, Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS), Organisasi Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi dan
organisasi fungsional pemuda lainnya.
Dalam kebijakan
tersebut terlihat bahwa KARANG TARUNA secara ekslpisit merupakan wadah
pembinaan dan pengembangan generasi muda yang bertujuan untuk mewujudkan
generasi muda aktif dalam pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan
bidang kesejahteraan sosial pada khususnya. Salah satu kegiatan Karang Taruna
Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja sedang membuat kerajinan bambu yang
diolah menjadi aneka macam alat musik seperti suling, angklung dan sebagainya.
Berikut adalah
pengertian pendidikan dan perguruan tinggi , yaitu :
a.
Pendidikan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Menurut
para ahli , pendidikan sebagai berikut :
1.
Pengertian pendidikan menurut Prof. Dr. John Dewey
pendidikan
adalah suatu proses pengalaman. Karena kehidupan adalah pertumbuhan, pendidikan
berarti membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan
ialah proses menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di
dalam perkembangan seseorang.
2.
Pengertian pendidikan menurut Prof. H. Mahmud Yunus
pendidikan
adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak
dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap
dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi. Agar si anak
hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukanya menjadi bermanfaat bagi
dirinya dan masyarakat.
3.
Pengertian pendidikan menurut Prof. Herman H. Horn
pendidikan
adalah proses abadi dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah
berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti
termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari
manusia.
2.
perguruan tinggi
Pendidikan
tinggi Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah
yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi adalah satuan
pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi
disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut
dosen.Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 : 1. Perguruan tinggi
negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh
Negara 2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan
regulasinya dilakukan oleh swasta.
alasan
saya berkesempatan mengenyam di perguruan tinggi yaitu :
1. sebagai
kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki
pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk
terlibat di dalam pemikiran,pembicaraan serta penelitian tentang berbagai
masalah yang ada dalam masyarakat. Kesempatan ini tidak tidak dimiliki oleh
generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu, sungguh pun berubah-ubah,
namun mahasiswa termasuk yang terkemuka di dalam memberikan perhatian terhadap
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara nasional.
2. sebagai
kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa
mendapatkan proses sosiaslisasi terpanjang secara berencana dibandingkan dengan
generasi muda/pemuda lainnya. Melalui berbagai mata pelajaran seperti PMP, Sejarah,
dan Antropologi maka berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat
diketahui.
3. mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan
suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya.
Hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya , sehingga mampu melihat
Indonesia secara keseluruhan
4. mahasiswa
sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan,
struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya.
DAFTAR PUSTAKA
1. https://id.wiktionary.org/wiki/pemuda
2.http://learnersdictionary.com/
3.https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
4.https://hedisasrawan.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-sosialisasi-menurut-para-ahli.html
5.http://aripsaputra.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-sosialisasi-internalisasi.html
6.http://www.knpikotasemarang.org/2016/11/peranan-sosial-mahasiswa-dan-pemuda-di.html
7.
https://books.google.co.id/books/about/Pola_dasar_pembinaan_dan_pengembangan_ge.html?id=59-fGwAACAAJ&redir_esc=y
8.http://ranianggraeniii.blogspot.co.id/2012/11/pembinaan-dan-pengembangan-generasi-muda.html
9.https://www.kompasiana.com/fentisthg2015/masalah-generasi-muda-dalam-masyarakat-modern_5699ce0aef92735506f8faff
10.http://gurupintar.com/threads/sebutkan-potensi-potensi-yang-terdapat-pada-generasi-muda-yang-perlu-dikembangkan.1828/
11.http://etrisetiowati.blogspot.co.id/2011/10/tujuan-pokok-sosialisasi.html
12.
http://tesispendidikan.com/pengertian-pendidikan-tinggi-menurut-para-ahli
13.http://bayoscreamo.blogspot.co.id/2011/10/pengertian-pendidikan-dan-perguruan.html
14.http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36
Tidak ada komentar:
Posting Komentar