A. Analisis Data
Dalam bagian ini membahas hasil analisis yang
dilakukan terhadap data yang diperoleh, ditinjau
secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data
mencakup tentang penerapan dan pengukuran
kinerja tingkat kematangan terhadap sistem
informasi inventory pada PT DSSS Data yang
didapat dari hasil kuisioner diolah sesuai metode/
framework COBIT 4.1, di mulai penyebaran
kuesioner untuk mengetahui tingkat kematangan saat
ini dan melakuan wawancara untuk mengetahui
tingkat kematangan yang diharapkan kedepan
sehingga akan diketahui selisih/gap diantara tingkat
kematangan saat ini dengan tingkat kematangan
yang diharapkan. Berdasarkan hasil pengurukuran
tersebut akan diidentifikasi berdasarkan PO6 PO7,
ME1, ME2, ME3 dan ME4. Framework COBIT 4.1
dapat memberikan perbaikan sistem di perusahaan
PT. Dapur Solo Sukses Sejati.
B. Identifikasi Sistem Informasi Inventory PT.
DSSS
Dengan menetapkan ruang lingkup pada proses
sistem informasi inventory pada PT. DSSS yang
sesuai dengan standar COBIT 4.1 yang telah diolah
sesuai dengan studi kasus. Adapun ruang lingkup
sebagai berikut:
C. Menentukan Tingkat Kematangan
Penentuan tingkat kematangan (maturity level)
bukan hanya menggambarkan pengukuran sejauh
mana perusahaan telah memenuhi standar proses
pengelolaan teknologi informasi yang baik,
peningkatan pengelolaan proses sistem informasi
dalam peningkatan yang dilakukan. Tingkat
kematangan yang dimaksud merupakan representasi
kematangan/kedewasaan proses sistem informasi
yang berlangsung di perusahaan (dalam bentuk
nilai/angka) PT. DSSS.
Adapun penentuan tingkat kematangan akan
dilakukan pada tiap proses teknologi informasi dan
dilakukan terhadap semua level, mulai dari level 0
(nol) atau non-existence, hingga level 5 (lima) atau
optimised, melalui kuisioner dan wawancara
langsung perihal pelaksanaan proses sistem
informasi dengan divisi sistem informasi di PT.
DSSS yang dijelasan setiap proses dan level menurut
COBIT 4.1, dengan membandingkan yang ada di
perusahaan untuk kemudian diambil kesimpulannya
D. Kriteria Pengukuran
Kriteria pengukuran dalam proses audit sistem
informasi inventory yang dilakukan terhadap PT.
DSSS sebagai berikut:
1. PO6 Communicate Management Aims and
Direction
a. PO6.1 IT Policy and Control
Environment
b. PO6.2 Enterprise IT Risk and Control
Framework
c. PO6.3 IT Policies Management
d. PO6.4 Policy, Standard and Procedures
Rollout
e. PO6.5 Communication of IT Objectives
and Direction
2. PO7 Manage IT Human Resources
a. PO7.1 Personnel Recruitment and
Retention
b. PO7.2 Personnel Competencies
c.. PO7.3 Staffing of Roles
d. PO7.4 Personnel Training
e. PO7.5 Dependence Upon Individuals
f.. PO7.6 Personnel Clearance Procedures
g. PO7.7 Employee Job Performance
Evaluation
h. PO7.8 Job Change and Termination
3. ME1 Monitor and valuate IT Performance
a. ME1.1 Monitoring Approach
b. ME1.2 Definitions and Collection of
Monitoring Data
c. ME1.3 Monitoring Method
d.. ME1.4 Performance Assessment
e. .ME1.5 Board and Executive Reporting
f. ME1.6 Remedial Actions
4. ME2 Monitor and Evaluate Internal Control
a. ME2.1 Monitoring of Internal Control
Framework
b. ME2.2 Supervisory Review
c. ME2.3 Control Exceptions
d. ME2.4 Control Self-assessment
5. ME3 Obtain Independent Assurance
a. ME3.1 Identification of External Legal,
Regulatory and Contractual Compliance
Requirements
b.ME3.2 Optimisation of Response to External
Requirements
c.ME3.3 Evaluation of Compliance With
External Requirements
d.ME3.4 Positive Assurance of Compliance
e. ME3.5 Integrated Reporting
6. ME4 Provide IT Governance
a..ME4.1 Establishment of an IT Governance
Framework
b. ME4.2 Strategic Alignment
c. ME4.3 Value Delivery
d. ME4.4 Resource Management
E. Perhitungan Tingkat Kematangan (Maturity
Level)
1. PO6.Communicate Management Aims and
Direction
Hasil Perhitungan dari domain PO6 adalah
seperti ditampilkan pada tabel berikut:
2. PO7.Manage IT Human Resources
Hasil Perhitungan dari domain PO7 adalah
seperti ditampilkan pada tabel berikut:
3. ME1.Monitor and valuate IT Performance
Hasil Perhitungan dari domain ME1 adalah
seperti ditampilkan pada tabel berikut:
4.ME2.Monitor and Evaluate Internal Control
Hasil Perhitungan dari domain ME2 adalah seperti
ditampilkan pada tabel berikut:
5. ME3.Obtain Independent Assurance
Hasil Perhitungan dari domain ME3 adalah
seperti ditampilkan pada tabel berikut:
6. ME4. Provide IT Governance
Hasil Perhitungan dari domain ME4 adalah
seperti ditampilkan pada tabel berikut:
7. Rangkuman Tingkat Kematangan (Maturity
Level)
Rata-rata hasil perhitungan dari domain
dijelaskan dalam tabel dibawah ini:

Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata nilai
domain sistem informasi inventory sebesar 2.55.
Dari nilaitersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa
proses bisnis sistem inormasi inventory pada PT.
DSSS secara Defined Process yang berate pada level
ini, proses standar dalam praktik pelaksanaan
kegiatan sistem inventory sebagian telah
didokumentasikan, proses ini didasari pada proses
pengembangan sistem yang telah diintegrasikan.
Proses-proses ini digunakan untuk membantu
manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan
sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif. Aturan
dan tanggung jawab yang sudah sebagian
diidentifikasikan dengan jelas dan mudah
dimengerti. Karena proses perangkat lunak belum
seluruhnya didefinisikan dengan jelas, maka
manajemen mempunyai pengatahuan tidak lengkap
mengenai kemajuan sistem inventory yang ada.
Biaya, jadwal dan kebutuhan sistem dalam
pengawasan dan kualitas sistem yang diawasi.
Meskipun demikian sistem informasi inventory pada
PT. DSSS masih pada level yang belum sepenuhnya
terpenuhi dengan harapan dari pihak perusahaan .
Level ini masih pada transisi antara Repeatable but
Intuitive menuju Defined Process. Masih dibutuhkan
banyak perbaikan yang harus dilakukan pada
domaian PO6 karena masih pada level Repeatable
but Intuitive artinya pada level ini, kebijakan untuk
mengatur pengembangan suatu sistem dan prosedur
dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut
belum diterapkankan sepenuhnya. Tingkat efektif
suatu proses manajemen dalam mengembangankan
proyek adalah dilembagakan, agar organisasi dapat
berhasil dalam mengembangkan sistem yang sudah
ada sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu
yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses sistem
informasi inventory mempunyai karakteristik
seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained,
measured, dan dapat ditingkatkan. Product
requirement dan dokumentasi perancangan agar
selalu dijaga supaya dapat mencegah perubahan
yang tidak diinginkan (preventive).
F. Nilai Kesenjangan Kematangan Saat ini
(Current Maturity)
Setelah Melakukan perhitungan tingkat
kematangan (maturity) sistem informasi inventory
pada PT. DSSS saat ini sebesar 2.55 maka
dilakukan analisis kesenjangan terhadap expected
maturity yaitu sebesar 3. Analisa ini diharapkan
dapat memberikan kemudahan bagi pengelolaan
sistem informasi inventory yang serasi diantara ke-4
domain. Alasan nilai yang ingin dicapai sebesar 3
adalah melihat kesiapan pada PT. DSSS dalam
manajemen, pengelolaan SDM dan Keuangan,
sehingga dalam perbaikan dan pengembangan sistem
informasi yang lebih efektif menjadi terbatas. Pada
sub-domain lain yaitu PO7, ME1, ME2, ME 3 dan
ME4 telah mencapai level 3. Tabel dibawah ini
menunjukkan gap/ selisih antara current maturity
dengan expexted maturity:

Terdapat Jarak 0.46 pada domain PO dan ME, antara
expexted maturity dengan current maturity.
Walaupun gap terbilang kecil tetapi dibutuhkan
penyesuaian pada masing-masing domain karena
nilai 0.46 adalah nilai rata-rata perdomain, maka
diperlukannya rekomendasi pada bagian sub-domain
PO6 karena didapatkan hasil terendah sehingga
perbaikan lebih fokus pada bagian domain yang
lemah.
Perbedaan kondisi kesenjangan sistem informasi
inventory PT DSSS dengan menggunakan domain
COBIT 4.1 yaitu PO6, PO7, ME1, ME2, ME3, dan
ME 4 yang dipakai pada ruang lingkup terhadap
current maturity dengan expected maturity dapat
dilihat seperti pada gambar dibawah ini:
Analisis pembaca analisa saya diatas sedang melakukan sebuah pengujian terhadapt inventory pada PT DSS dimana data yang dikumpulkan melalui kuisioner yang nantinya akan diinput ke framework cobit 4.1 . yang nantinya hasil tersebut bisa mengukur kualitas dari sistem informasi inventory dari pt tersebut untuk perbaikan yang lebih baik .
kesimpulan
berdasarkan penelitian audit sistem informasi diatas dapat disimpulkan jika dilihat dari hasil kuisioner , PO(plan and organise) dan ME(monitor and evaluate) nya 2,55 dengan range 1-5 . artinya PT DSS sudah menerapkan sistem informasi inventory dengan baik . namun ada kelemabah dalam sub-domain dimana mendapatkan rata-rata 2,31 . kemudian kelemahan fatalnya adalah perusahaan belum dapat mengembangkan dan mempertahankan eksistensi perusahaan di sistem tersebut . namun pengauditan ini masih belum lengkap karena butuh media observasi dan wawancara agar informasi yang didapatkan lebih lengkap .
REFERENSI
Amnah. (2014). Analisa Proses Audit Sistem
Informasi Biro Manajemen Asset dan Logistik
Menggunakan Framework COBIT 4.1. Pada
Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya
Bandar Lampung. Jurnal Informatika,
Vol.14,No.1: 72–83. Diambil dari
https://jurnal.darmajaya.ac.id/index.php/JurnalInf
ormatika/article/view/510. (29 Maret 2018)
Fenny, Johanes Fernandes Andry. (2017). Audit
Sistem Informasi Menggunakan
Framework.COBIT 4.1 Seminar Nasional Sains
Dan Teknologi 2017, 1–11.Diambl dari
https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek. (29
Maret 2018)
Makisurat, Aprilia., Jenny Morasa., Inggriani Elim.,.
(2014). Penerapan Sistem Pengendalian Intern
Untuk Persediaan Barang Dagangan Pada CV.
Multi Media Persada Manado. Jurnal EMBA,
Vol.2, No.2: 1151–1161. Diambil dari
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/artic
le/view/4518. (29 Maret 2018)
Rahmadi, Lendy., dan Kusnita Yusmiarti. (2016).
Perancangan Sistem Informasi Inventory Di
Amik Lembah Dempo Pagaralam. Teknologi
Informasi Dan Multimedia, Vol1, No.4:133–
138.Diambil dari
http://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknom
edia/article/view/124. (29 Maret 2018)
Sugiono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan
Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sumiyati. (2017).Pengaruh Tayangan Laptop si
Unyil terhadap Minat Belajar Anak di SMPN 5
Depok - Jawa Barat. Prosiding Konferensi
Nasional Komunikasi, Vol.01, No.01:552–558,
2017, E-ISSN: 2113-9790. Diambil dari
http://pknk.org/index.php/PKNK/article/viewFile
/106/106. (29 Maret 2018)