Selasa, 08 Desember 2020

Audit SI Inventory pada PT DSSS menggunakan framework cobit 4.1

 A. Analisis Data Dalam bagian ini membahas hasil analisis yang dilakukan terhadap data yang diperoleh, ditinjau secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data mencakup tentang penerapan dan pengukuran kinerja tingkat kematangan terhadap sistem informasi inventory pada PT DSSS Data yang didapat dari hasil kuisioner diolah sesuai metode/ framework COBIT 4.1, di mulai penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat kematangan saat ini dan melakuan wawancara untuk mengetahui tingkat kematangan yang diharapkan kedepan sehingga akan diketahui selisih/gap diantara tingkat kematangan saat ini dengan tingkat kematangan yang diharapkan. Berdasarkan hasil pengurukuran tersebut akan diidentifikasi berdasarkan PO6 PO7, ME1, ME2, ME3 dan ME4. Framework COBIT 4.1 dapat memberikan perbaikan sistem di perusahaan PT. Dapur Solo Sukses Sejati. 

B. Identifikasi Sistem Informasi Inventory PT. DSSS Dengan menetapkan ruang lingkup pada proses sistem informasi inventory pada PT. DSSS yang sesuai dengan standar COBIT 4.1 yang telah diolah sesuai dengan studi kasus. Adapun ruang lingkup sebagai berikut:


C. Menentukan Tingkat Kematangan Penentuan tingkat kematangan (maturity level) bukan hanya menggambarkan pengukuran sejauh mana perusahaan telah memenuhi standar proses pengelolaan teknologi informasi yang baik, peningkatan pengelolaan proses sistem informasi dalam peningkatan yang dilakukan. Tingkat kematangan yang dimaksud merupakan representasi kematangan/kedewasaan proses sistem informasi yang berlangsung di perusahaan (dalam bentuk nilai/angka) PT. DSSS. Adapun penentuan tingkat kematangan akan dilakukan pada tiap proses teknologi informasi dan dilakukan terhadap semua level, mulai dari level 0 (nol) atau non-existence, hingga level 5 (lima) atau optimised, melalui kuisioner dan wawancara langsung perihal pelaksanaan proses sistem informasi dengan divisi sistem informasi di PT. DSSS yang dijelasan setiap proses dan level menurut COBIT 4.1, dengan membandingkan yang ada di perusahaan untuk kemudian diambil kesimpulannya

D. Kriteria Pengukuran Kriteria pengukuran dalam proses audit sistem informasi inventory yang dilakukan terhadap PT. DSSS sebagai berikut:

1. PO6 Communicate Management Aims and Direction 

a. PO6.1 IT Policy and Control Environment 

b. PO6.2 Enterprise IT Risk and Control Framework 

c. PO6.3 IT Policies Management 

d. PO6.4 Policy, Standard and Procedures Rollout 

e. PO6.5 Communication of IT Objectives and Direction 

2. PO7 Manage IT Human Resources 

 a. PO7.1 Personnel Recruitment and Retention 

 b. PO7.2 Personnel Competencies 

c.. PO7.3 Staffing of Roles 

 d. PO7.4 Personnel Training 

 e. PO7.5 Dependence Upon Individuals 

 f.. PO7.6 Personnel Clearance Procedures 

 g. PO7.7 Employee Job Performance Evaluation 

 h. PO7.8 Job Change and Termination 

3. ME1 Monitor and valuate IT Performance 

a. ME1.1 Monitoring Approach 

b. ME1.2 Definitions and Collection of Monitoring Data 

c. ME1.3 Monitoring Method 

d.. ME1.4 Performance Assessment 

e. .ME1.5 Board and Executive Reporting 

f. ME1.6 Remedial Actions 

4. ME2 Monitor and Evaluate Internal Control 

a. ME2.1 Monitoring of Internal Control Framework 

b. ME2.2 Supervisory Review 

c. ME2.3 Control Exceptions 

d. ME2.4 Control Self-assessment 

5. ME3 Obtain Independent Assurance 

a. ME3.1 Identification of External Legal, Regulatory and Contractual Compliance Requirements

b.ME3.2 Optimisation of Response to External Requirements

 c.ME3.3 Evaluation of Compliance With External Requirements 

d.ME3.4 Positive Assurance of Compliance 

e. ME3.5 Integrated Reporting 

6. ME4 Provide IT Governance 

 a..ME4.1 Establishment of an IT Governance Framework 

b. ME4.2 Strategic Alignment 

c. ME4.3 Value Delivery 

d. ME4.4 Resource Management

E. Perhitungan Tingkat Kematangan (Maturity Level) 

    1. PO6.Communicate Management Aims and Direction Hasil Perhitungan dari domain PO6 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut:



2. PO7.Manage IT Human Resources Hasil Perhitungan dari domain PO7 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut: 



3. ME1.Monitor and valuate IT Performance Hasil Perhitungan dari domain ME1 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut: 


4.ME2.Monitor and Evaluate Internal Control Hasil Perhitungan dari domain ME2 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut: 


5. ME3.Obtain Independent Assurance Hasil Perhitungan dari domain ME3 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut:

6. ME4. Provide IT Governance Hasil Perhitungan dari domain ME4 adalah seperti ditampilkan pada tabel berikut:  



 7. Rangkuman Tingkat Kematangan (Maturity Level) Rata-rata hasil perhitungan dari domain dijelaskan dalam tabel dibawah ini:



Dari hasil perhitungan didapatkan rata-rata nilai domain sistem informasi inventory sebesar 2.55. Dari nilaitersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses bisnis sistem inormasi inventory pada PT. DSSS secara Defined Process yang berate pada level ini, proses standar dalam praktik pelaksanaan kegiatan sistem inventory sebagian telah didokumentasikan, proses ini didasari pada proses pengembangan sistem yang telah diintegrasikan. Proses-proses ini digunakan untuk membantu manejer, ketua tim dan anggota tim pengembangan sehingga dapat bekerja dengan lebih efektif. Aturan dan tanggung jawab yang sudah sebagian diidentifikasikan dengan jelas dan mudah dimengerti. Karena proses perangkat lunak belum seluruhnya didefinisikan dengan jelas, maka manajemen mempunyai pengatahuan tidak lengkap mengenai kemajuan sistem inventory yang ada. Biaya, jadwal dan kebutuhan sistem dalam pengawasan dan kualitas sistem yang diawasi. Meskipun demikian sistem informasi inventory pada PT. DSSS masih pada level yang belum sepenuhnya terpenuhi dengan harapan dari pihak perusahaan . Level ini masih pada transisi antara Repeatable but Intuitive menuju Defined Process. Masih dibutuhkan banyak perbaikan yang harus dilakukan pada domaian PO6 karena masih pada level Repeatable but Intuitive artinya pada level ini, kebijakan untuk mengatur pengembangan suatu sistem dan prosedur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut belum diterapkankan sepenuhnya. Tingkat efektif suatu proses manajemen dalam mengembangankan proyek adalah dilembagakan, agar organisasi dapat berhasil dalam mengembangkan sistem yang sudah ada sebelumnya, walaupun terdapat proses tertentu yang tidak sama. Tingkat efektif suatu proses sistem informasi inventory mempunyai karakteristik seperti; practiced, dokumentasi, enforced, trained, measured, dan dapat ditingkatkan. Product requirement dan dokumentasi perancangan agar selalu dijaga supaya dapat mencegah perubahan yang tidak diinginkan (preventive). 

F. Nilai Kesenjangan Kematangan Saat ini (Current Maturity) Setelah Melakukan perhitungan tingkat kematangan (maturity) sistem informasi inventory pada PT. DSSS saat ini sebesar 2.55 maka dilakukan analisis kesenjangan terhadap expected maturity yaitu sebesar 3. Analisa ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pengelolaan sistem informasi inventory yang serasi diantara ke-4 domain. Alasan nilai yang ingin dicapai sebesar 3 adalah melihat kesiapan pada PT. DSSS dalam manajemen, pengelolaan SDM dan Keuangan, sehingga dalam perbaikan dan pengembangan sistem informasi yang lebih efektif menjadi terbatas. Pada sub-domain lain yaitu PO7, ME1, ME2, ME 3 dan ME4 telah mencapai level 3. Tabel dibawah ini menunjukkan gap/ selisih antara current maturity dengan expexted maturity: 


Terdapat Jarak 0.46 pada domain PO dan ME, antara expexted maturity dengan current maturity. Walaupun gap terbilang kecil tetapi dibutuhkan penyesuaian pada masing-masing domain karena nilai 0.46 adalah nilai rata-rata perdomain, maka diperlukannya rekomendasi pada bagian sub-domain PO6 karena didapatkan hasil terendah sehingga perbaikan lebih fokus pada bagian domain yang lemah. Perbedaan kondisi kesenjangan sistem informasi inventory PT DSSS dengan menggunakan domain COBIT 4.1 yaitu PO6, PO7, ME1, ME2, ME3, dan ME 4 yang dipakai pada ruang lingkup terhadap current maturity dengan expected maturity dapat dilihat seperti pada gambar dibawah ini:

 


Analisis pembaca 

analisa saya diatas sedang melakukan sebuah pengujian terhadapt inventory pada PT DSS  dimana data yang dikumpulkan melalui kuisioner yang nantinya akan diinput ke framework cobit 4.1 . yang nantinya hasil tersebut bisa mengukur kualitas dari sistem informasi inventory dari pt tersebut untuk perbaikan yang lebih baik . 

kesimpulan 

berdasarkan penelitian audit sistem informasi diatas dapat disimpulkan jika dilihat dari hasil kuisioner , PO(plan and organise)  dan ME(monitor and evaluate)  nya  2,55 dengan range 1-5 . artinya PT DSS sudah menerapkan sistem informasi inventory dengan baik . namun ada kelemabah dalam sub-domain dimana mendapatkan rata-rata 2,31 . kemudian kelemahan fatalnya adalah perusahaan belum dapat mengembangkan dan mempertahankan eksistensi perusahaan di sistem tersebut . namun pengauditan ini masih belum lengkap karena butuh media observasi dan wawancara agar informasi yang didapatkan lebih lengkap . 

REFERENSI 

Amnah. (2014). Analisa Proses Audit Sistem Informasi Biro Manajemen Asset dan Logistik Menggunakan Framework COBIT 4.1. Pada Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Bandar Lampung. Jurnal Informatika, Vol.14,No.1: 72–83. Diambil dari https://jurnal.darmajaya.ac.id/index.php/JurnalInf ormatika/article/view/510. (29 Maret 2018) Fenny, Johanes Fernandes Andry. (2017). Audit Sistem Informasi Menggunakan Framework.COBIT 4.1 Seminar Nasional Sains Dan Teknologi 2017, 1–11.Diambl dari https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnastek. (29 Maret 2018) Makisurat, Aprilia., Jenny Morasa., Inggriani Elim.,. (2014). Penerapan Sistem Pengendalian Intern Untuk Persediaan Barang Dagangan Pada CV. Multi Media Persada Manado. Jurnal EMBA, Vol.2, No.2: 1151–1161. Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/artic le/view/4518. (29 Maret 2018) Rahmadi, Lendy., dan Kusnita Yusmiarti. (2016). Perancangan Sistem Informasi Inventory Di Amik Lembah Dempo Pagaralam. Teknologi Informasi Dan Multimedia, Vol1, No.4:133– 138.Diambil dari http://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknom edia/article/view/124. (29 Maret 2018) Sugiono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sumiyati. (2017).Pengaruh Tayangan Laptop si Unyil terhadap Minat Belajar Anak di SMPN 5 Depok - Jawa Barat. Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol.01, No.01:552–558, 2017, E-ISSN: 2113-9790. Diambil dari http://pknk.org/index.php/PKNK/article/viewFile /106/106. (29 Maret 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar