Jumat, 30 April 2021

Alasan Dibuat UU ITE , 3 Kasus UU ITE di Indonesia , berita kasus penipuan online dan solusinya

Pengertian UU ITE 
    
    merupakan peraturan yang mengatur tentang informasi dan transaksi elektronik di dunia maya  . alasan dibuatnya peraturan ini menjaga ketentraman di dunia digital agar individu mempunyai etika dalam bersosial media . berikut adalah 3 kasus UU ITE yang viral di indonesia , yaitu : 

1. Jerinx ( I Gede Ary Astina) 
    
    Jerinx terkena kasus pidana ujaran kebencian terhadap IDI (Ikatan Doktor Indonesia) terkait masalah corona . JPU menjatuhkan hukuman kepada jerinx 3 tahun penjara , denda Rp. 10 juta dan subsider 3 bulan kurungan . 

2.  Ravio Patra 

    Ravio Patra merupakan aktivis kebijakan publik yang diduga telah menyiarkan ujaran kebencian melalui sosial media ( WhatsApp) dan memprovokasi masyarakat agar melakukan perbuatan tindak pindana di era pandemi . namun karena tidak terbukti maka Ravio di lepaskan dan kemudian melaporkan kasus peretasan sosial media miliknya . 

3 . Ferdian Paleka 

    Ferdian Paleka merupakan seorang youtuber prank dimana ia dijerat pasal 45 ayat 3 (ITE) dengan tuduhan penghinaan dalam video prank bagi sembako berisi sampah kepada sejumblah transpuan . ia dipidana paling lama 4 tahun dan denda Rp.750 juta . 


Contoh berita mengenai penipuan online berkedok undian : 

dilansir dari luputan6.com Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang pasti pernah mengalami dapat pesan singkat di ponsel dari nomor asing yang mengaku papa, mama, adik ataupun kerabat lainnya dan ujung-ujungnya minta dikirimi pulsa. Modus penipuan semacam ini mulanya tak disadari korbannya, tapi lama kelamaan menjadi rahasia umum dan meresahkan masyarakat.

‪Polisi akhirnya bergerak untuk menghentikan tindak tanduk pelaku. Aparat Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya pun meringkus pemimpin salah satu kelompok penipu SMS dengan modus 'Mama Minta Pulsa' tersebut di Kota Malili, Sulawesi Selatan, Selasa (3/11/2015).

"Ya, kami telah menangkap seseorang yang diduga bos dari kelompok penipu SMS di Malili, Sulawesi. Tersangka atas nama Effendi alias Lekkeng alias Kenz," ujar Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heryawan kepada Liputan6.com ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Penangkapan Effendi berawal dari pengejaran polisi setelah meringkus 13 anak buahnya di Cianjur dan Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Keterangan para tersangka tersebut mengarah pada diri pria yang dikenal sebagai orang kaya di lingkungannya.

"Ini pengembangan dari penangkapan di Cianjur dan Bandung," kata Herry. (Mut)** 


dari kasus diatas kita sebagai individu bisa mencegah hal tersebut terjadi, yaitu : 

1. jangan percaya sms dari orang yang tidak kita kenal .
2. mengecek situs yang menawarkan hal tersebut apakah resmi terdaftar ojk / tidak melalui internet .
3. melapor ke pihak berwajib jika adanya tindak pengancaman . 
4. aktifkan fitur block di handphone kalian untuk mencegah masuknya hal tersebut di hp kita .

pendapat saya terhadap UU ITE  
UU ITE menurut saya sangat berguna dalam memberantas kejahatan sosial media seperti penipuan online , menjaga agar orang lain tidak semena-mena dalam bersosial media . namun di satu sisi  UU ini bisa dimanfaatkan suatu individu / kelompok untuk membungkam opini orang lain yang mana dapat merugikan orang lain . maka dari itu banyak sekali orang yang yang dirugikan dan menyebut pasal ini dengan pasal karet , karena dalam pasal ini ada bagian yang tidak terlalu relevan , seperti sensor dan juga pembatasan dalam memberikan kritik terhadap pemerintah  . karena resikonya banyak orang yang takut untuk mengkritik pemerintah karena takut dijatuhi pasal ini . 


daftar pustaka 
www.hukumonline.com
https://kabar24.bisnis.com/read/20201204/15/1326516/sepanjang-2020-ada-5-tokoh-terjerat-uu-ite-siapa-saja
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200508153046-12-501340/ferdian-paleka-tersangka-uu-ite-diancam-4-sampai-12-tahun-bui

Kamis, 22 April 2021

Aspek pada Management control framework dan contohnya

 ada 4 aspek management control framework yaitu : 

1. Planning and Organization 

    planning merupakan sebuah proses menyusun kerangka kerja untuk mencapai tujuan perusahaan . keputusan adalah suatu langkah dalam planning dimana keputusan yang diambil harus memperhatikan masa depan . planning penting agar seluruh fungsi manajemen dalam sebuah bisnis dapat bergerak . sedangkan organization merupakan langkah yang diambil setelah melakukan planning dimana melakukan pengaturan divisi , jadwal , dan pembagian tugas . organization berfungsi agar memaksimalkan sumber daya yang dimiliki seperti SDM . contohnya : menentukan lokasi , sumber daya , waktu , menentukan tugas .

2.  Acquisition and Implementation 

    merupakan langkah implementasi rencana yg sudah di buat dan di organize kemudian di bentuk aksi agar bisnis bisa berjalan dan sukses . tiap divisi akan bekerja sesuai dengan keahliannya dengan merealisasikan sesuai dengan prosedur yang di tetapkan .contohnya  pengcodingan .

3. Delivery and Support 

    berfokus terhadap penyampaian jasa yang diperlukan seperti penyediaan layanan , manajemen keamanan dan quantity , support kepada user, manajemen data dan fasilitas operasional . contohnya  layanan costumer service .


4. Monitoring 

    proses pengawasan untuk dinilai kelayakannya dimana akan memeriksa masalah yang terjadi di perusahaan dengan melakukan pemeriksaan internal dan eksternal . contohnya auditing .


daftar pustaka 

https://bebasariindah.blogspot.com/

https://tisnaldianto.wordpress.com/




kontrol internal , ruang lingkup , sistem kontrol internal , control objecives , control risk , management control , framework dan application control framework dan corporate IT governance

 # Kontrol Internal 

    merupakan bentuk pengendalian berupa transaksi , output berjalan dengan semestinya seperti informasi keuangan yang akurat agar dapat dipercaya individu dalam organisasi . pengendalian nya bisa berupa aset yang dikelola menjadi lebih baik . kontrol internal berfungsi mengatur sistem yang sudah dijalankan berjalan dengan semestinya dan mengidentifikasi permasalahan yang ada . tujuan dilakukannya kontrol internal yaitu : 

1. menjaga aset organisasi 

2. memeriksa dan identifikasi pengeluaran organisasi .

3. menjaga pengeluaran perusahaan lebih efisien .

4. menjaga standarisasi SDM di perusahaan .


# Ruang Lingkup Kontrol Lingkungan 

- Menelusuri reliabilitas dan integritas informasi keuangan dan operasi serta teknologi yang digunakan untuk mengidentifikasi , mengukur dan mengkurasi laporan yang ada .

- Menelusuri sistem untuk melihat standarisasi dilakukan dengan tepat .

-  Melindungi teknologi yang digunakan organisasi .

- menilai efisiensi sumbar daya yang digunakan .

- melihat keaslian informasi apakah hasilnya tepat sasaran .


# Sistem Kontrol Internal 

    manajemen perusahaan harus memperhatikan bahwa sistem kendali internal pada perusahaan bekerja dengan baik dalam arti membantu perusahaan dalam berkembang serta memenuhi kebutuhan sumber informasi di perusahaan . hal ini nantinya sebagai kebutuhan bisnis yang efektif pada pemilihan informasi .

# Kontrol Objectives (COBIT)

    merupakan tools dalam melakukan audit guna mendukung kebuuhan manajemen dalam menentukan kegiatan serta keamanan dan kendali dalam organisasi . COBIT dikembangkan oleh IT Governance institute yang merupakan bagian dari Information Sysyem Audit and Control Associaion (ISACA) . COBIT berfokus pada orientasi bisnis dimana setiap individu dapat menjaga hal tersebut . diluncurkan tahun 1992 dan dipublikasikan pada 1996 oleh ISACF , ISACA , dan ITGI . kemudian di 1998 - 200 merupakan versi ke-3 serta di tahun 2000-2005 merupakan versi 4 . Cobit bermanfaat bagi auditor dalam mengidentifikasi IT controls issues dalam memperoleh keyakinan atas kehandalan sistem aplikasi yang digunakan . 

# Kontrol Risk 

    merupakan risiko dimana hasil pemeriksaan auditor belum menemui titik temu yang memungkinkan audior eksternal memberikan opini yang tidak benar terhadap laporan audit . jones dan rama berpendapan bahwa ada 4 resiko , yaitu : 

1. execuion risks.

2. information risks.

3. asset protection risks.

4. performance risks.


# Manajemen Control 

    terdapat top management control yaitu : 

1. planning : meliputi penilaian aset , arahan strategis serta pengembangan . 

2. operasional plan : meliputi progress report , initiative tobe undertaken , rencana implementasi.

3. organisasi : meliputi mengumpulkan dan mengelola sda , managemen staff , performance management , dan pemberhentian staff hormat / tidak hormat . 

4. leading : mengarahkan staff agar tujuan yang dicapai terlaksana , melihat kualitas leader ,                                       berkomunikasi .


# Application Conrol 

     merupakan sistem pengendalian internal yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilakukan dalam suatu proses pengelolaan data sehingga berhubungan dengan keakuratan dan kelengkapan data yang diproses melalui aplikasi .  pengendalian aplikasi terdiri dari : 

1. pengendalian atas masukan (input) 

    merupakan tahap komputerasi sistem yang krusial dimana terdapat resiko seperti kesalahan data yang disengaja dan penulisan yang tidak jelas sehingga kesulitan dalam measukkan data . didalam input terdapat 5 tipe pengendalian masukan yaitu : 

a. batch system : data diolah dalam satu kelompok dokumen .

b. on-line real time entry : data dimasukkan langsung oleh tiap individu .

c . prevention : menyiapkan buku manual cara memasukkan sebuah data ke komputer . 

d. detection : memvalidasi kesesuaian kode / identias  / pin / akun id yang di entry didalam file komputer .

e. correction : disusun prosedur pembetulan data apabila ada yang salah di sistem ( jika salah di lakukan pengimputan kembali) 

2. pengendalian  atas pengolahan (processing) 

 merupakan pengendalian agar data jangan sampai error karena kesalahan proses yang terjadi karena kesalahan logika program , rumus , uruta, dll ) .

3. pengendalian atas keluaran ( output) 

    merupakan pengendalian agar mendeteksi data yang diberikan tidak akurat , tidak lengkap , tidak mutakhir dan tepat sasaran . 


#Corporate IT Governance 

   Good corporate governance  merupakan suatu struktur tata kelola perusahaan yang mengatur hubungan dewan komisaris , direksi , pemegang saham dan stakeholder yang membatasi kewenangan guna mencegah penyalahgunaan aset , transparansi guna mendukung kepentingan perusahaan . lalu IT governance merupakan pilar utama dari GCG untuk memberikan standarisasi , tata kelola yang berstandar internasional sehingga diterima dan teruji . IT governance membuat teknologi di perusahaan lebih terkontrol , efisien dan efektif . framework pada IT governance meliputi COBIT , ITIL , ISO 27001, ISO 38500 , TOGAF dan PMBOK dimana pengaplikasiannya sesuai dengan keperluan .

    


daftar pustaka 

http://ditafalah.blogspot.com/ 

http://adityanugroho730.blogspot.com/

    

Konsep Dasar Kontrol dan Audit , Prinsi Dasar & Standar Serta Panduan Audit SI

 # Konsep Dasar Kontrol dan Audit Sistem Informasi 

    Audit SI merupakan proses untuk mengumpulkan bukti apakah teknologi yang digunakan perusahaan dapat mengamankan aset , terintegritasi data , efektif dan efisien maka diperlukan adanya pengendalian untuk mencegah terjadinya hal yang kurang tepat seperti ketidaksesuaian data , tidak efektif dan berlebihan . terdapat 4 standar yang diterbitkan ISO yaitu PWFS . berikut penjelasannya : 

1. Poor : belum terbentuknya struktur dalam sistem dimana perlu adanya peninjauan ulang .

2. Weak : sistem tidak sesuai standarisasi internasional .

3. Fair : ada sebuah elemen sistem yang belum disempurnakan / tidak sesuai .

4. Strong : Sistem sudah memenuhi standarisasi ISO .


# Prinsip Dasar Proses Audit Sistem Informasi 

1. menitikberatkan proses audit pada objek yang mempunyai peluang untuk diperbaiki .

2. mempunyai syarat penilaian dalam proses audit .

3. mengemukakan keunggulan dari objek yang di audit.

4. mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas kekurangan dari objek yang di audit .

5. menentukan orang yang bertanggung jawab terhadap apa yang di audit .

6. pelanggaran hukum.

7. pengecekan dan pencegahan terhadap tidak kecurangan.


# Standar dan Panduan Audit SI 

Standar Audit SI sama seperti standar professional auditor SI dimana dapat menilai dari mutu sang auditor dalam menjalankan tugas serta bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakan . standarisasi tersebut dikeluarkan oleh organisasi seperti IAI , AICPA / CICA . Kemudian standar Audit SI meliputi ISACA , COBI dan ISO .


daftar pustaka 

https://www.mas-software.com

- http://dwifarhanug.blogspot.com 

-http://afrizalseptember.blogspot.com


    

Kamis, 15 April 2021

lembaga audit sistem informasi di indonesia

 Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia

1. BPK RI ( badan pemeriksa keuangan )

berdiri tahun 1946 sebagai lembaga pengelolaan keuangan negara dan dilakukan oleh pemerintah pusat , daerah dan lembaga lain seperti bank indonesia , bumn , bumd , dewan pelayanan publik dan lembaga lain . hasil dari audit diserahkan ke DPR , DPD , dan DPRD . 


2. LPAI (lembaga pengembangan auditor internal)

lembaga yang berfokus terhadap pengembahan SMD bidang audit internal . LPAI melakukan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap dan berkualitas . program tersebut didukung oleh instruktur berpengalaman.


3. IASII ( ikatan audit sistem informasi indonesia) 

didirikan pada 20 mei 2014 yang tergabung dalam berbagai universitas dan organisasi bidang sistem informasi . tujuan dibuat untuk menghidari penyimpangan dalam penggunaan sistem di indonesia.


daftar pustaka 

http://arshave24.blogspot.com/2019/10/lembaga-lembaga-audit-sistem-informasi.html

standar dan panduan audit sistem informasi ISACA seperti ISACA, IIA COSO dan ISO1799

 1. Standar Audit ISACA 

    merupakan organisasi internasional dibidang tata kelola eknologi informasi yang didirikan di amerika serikat pada tahun 1967 .  panduan audit ISACA yaitu : 

1. audit charter 

    segala bentuk aktivitas audit di dokumentasikan dengan jelas sesuai perjanjian antara kedua belah pihak .

2. independence 

    pihak auditor harus independence dalam melakukan tugasnya .

3. professional ethics and standards 

    punya kode etik profesi dalam melakukan audit. 

4. professional competence 

    auditor harus mempunyai keahlian dalam melakukan tugasnya .

5. planning 

    auditor harus melakukan pekerjaannya berpedoman pada standar audit profesional dan hukum yang berlaku .

6. performance of audit work 

    segala bentuk pengawasan sudah berdasarkan standar audit profesional dimana mempunyai bukti valid serta melakukan analisis yang didapat dari bukti yang ada kemudian memberikan kesimpulan dari apa yang di kerjakan . 

7. reporting 

    melakukan pelaporan setelah melakukan audit berisikan ruang lingkup , tujuan , waktu serta bertanggung jawab atas hasil yang dikerjakan.


2. standart audit IIA 

    a. berpedoman pada kerangka kerja praktik profesional audit intenasional yang eraku 

   b. meningkatkan nilai tambah audit internal 

   c. menetapkan dasar dalam mengevaluasi kinerja audit internal 

   d. meningketkan kinerja operasional organisasi 


3. standart audit COSO 

a. lingkungan pengendalian 

b. penilaian risiko 

c. aktifitas pengendalian 

d. informasi dan komunikasi 

e. pemantauan


4. standart audit ISO 1799 

    standar nya berisi 

    - 10 control clause 

    - 36 control objective 

    - 127 control security 

dimana didalam 10 control clause terdapat 

1. security policy 

2. system access control communication dan operational management 

3. system development and maintenance physical and enviromental security 

4. compliance 

5. personal security 

6. security organization 

7. asset classification and control 

8 . business continuity management


daftar pustaka 

https://www.quality.org/article/revised-iso-19011-moves-closer-publication

Analisis Resiko

 

Analisis risiko

Merupakan metode untuk mengidentifikasi peluang terjadi hal yang tidak diinginkan dalam sebuah aktivitas. Maka dari itu perlu dilakukannya analisis risiko untuk mengukur , mengklasifikasi , aspek kebijakan dan peluang terjadinya risiko . ada 5 tahapan analisis risiko menurut ibu sri mulyani , yaitu :

1.      Melihat sop yang ada .

2.      Mengukur peluang terjadinya risiko ( parameter nya hampir pasti terjadi , sering terjadi , kadang erjadi , jarang terjadi dan hampir tidak jadi) .

3.      Mengukur akibat yang mungkin bisa terjadi oleh risiko yang tadi di perkirakan ( parameter nya sangat penting , penting , moderat , minor , dan tidak penting) .

4.      Memastikan tingkat risiko menggunakan matriks analisis risiko .

5.       Membuat peta risiko dibantu dengan matrik analisis risiko .

 

Dalam menganalisis risiko ada 3 tipe analisis , yaitu :

1.      analisis kualitatif

menggunakan kata dalam menggambarkan risiko (deskriptif) dengan parameter yang ada ( tinggi , sedang , rendah) .

2.      analisis semi- kuantitatif

menggunakan angka sebagai nilai dalam menggambarkan risiko

3.      analisis kuantitatif

menggunakan nilai numerik dalam menggambarkan risiko

 

berikut adalah jenis risiko yang mungkin bisa terjadi , yaitu :

1.      risiko spekulatif ( speculative risk)

melihat risiko dari untung rugi suatu kegiatan seperti pada saham .

2.      risiko murni ( pure risk)

melihat peluang terjadinya kerugian seperti bencana alam .

3.      risiko fundamental

risiko yang terjadi pada semua aspek perusahaan dengan kerugian yang fantastis.

4.      Risiko khusus

Risiko yang dialami oleh individu masing-masing .

5.      Risiko dinamis

Risiko yang terjadi oleh teknologi yang berkembang dengan cepat .

Setelah melihat risiko yang ada maka kita akan menanggulangi risiko tersebut , metode yang dilakukan yaitu :

1.      Meminimalisir kegiatan yang menyebabkan terjadinya risiko tersebut

2.      Memaklumi terjadinya kerugian untuk keuntungan dimasa depan .

3.      Mengkontrol risiko yang ada dengan menghadapi lebih cermat .

4.      Dilakukan oleh ahli .

Terdapat 4 tipe risiko , yaitu :

a.      Risiko internal

Bersumber dari dalam perusahaan seperti kecelakaan kerja .

b.      Risiko eksternal

Bersumber dari luar perusahaan seperti persaingan antar perusahaan .

c.      Risiko jangka pendek

Diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam menanggulangi masalah dalam waktu dekat seperti urusan mendadak .

d.      Risiko jangka panjang

Diakibatkan oleh perusahaan yang tidak bisa mengatasi masalah di masa depan seperti hutang dan pengerjaan proyek .


daftar pustaka 

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-tujuan-dan-tahapan-audit-keuangan/

Jenis - Jenis Audit

 

Audit merupakan suatu kegiatan untuk melihat keaslian data pada sebuah laporan seperti laporan keuangan . berikut adalah jenis-jenis audit seperti :

1.      Audit internal

Merupakan penilaian yang dilakukan oleh auditor dari perusahaan tersebut untuk memeriksa dan evaluasi kegiatan bertujuan membantu manajemen dalam organisasi dalam mengatur kegiatan perusahaan lebih efektif . sang auditor menilai kinerja perusahaan dalam hal kebijakan , penghasilan , integritas , nilai mutu dan saran . fungsi audit internal yaitu melakukan pengawasan , meminimalisir risiko , melakukan pelaporan , menganalisis probabilitas dan membantu manajer mengolah perusahaan .

 

2.      Audit sistem informasi

Merupakan pemeriksaan dalam bentuk komputerisasi dimana data akan diolah dalam software komputer yang nantinya akan di periksa dan di evaluasi guna melihat aktivitas perusahaan agar kualitas dan kerahasiaan terjamin . fungsi nya antara lain meminimalisir risiko kesalahan manusia , menjaga aset perusahaan , mendeteksi error pada perangkat , menjaga kerahasiaan dan mengevaluasi kinerja perangkat . tujuan audis sitem informasi sebagai pengamanan aset , menjaga integritas , efektifitas dan efesiensi .

 

 

3.      Audit kecurangan (fraud)

Merupakan kegiatan audit yang memfokuskan pada tindakan kecurangan yang bisa terjadi di perusahaan . tujuan dilakukannya audit kecurangan yaitu memeriksa aktivitas yang dilakukan pihak internal apakah yang dilakukan sudah tepat dan mencegah ternjadinya kecurangan .

 

4.      Audit eksternal

Merupakan kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh badan diluar organisasi bertujuan memeriksa laporan keuangan tahunan perusahaan tetapi hanya bagian tertentu yang di periksa seperti menguji beberapa sample untuk melihat keaslian . fungsi audit eksternal untuk pengawasan terhadap kegiatan operasional perusahaan ( mirip dengan internal) .

 

5.        Audit keuangan

        Merupakan audit yang berfokus pada penghasilan perusahaan guna menilai dan mengevaluasi apakah sudah sesuai . tujuannya dilakukan audit keuangan agar laporan yang diberikan perusahaan sudah valid dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


dadaftar pustaka 

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-tujuan-dan-tahapan-audit-keuangan/